ads


ACEHTREND.COM, Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, mengatakan, wartawan merupakan profesi intelektual, maka pendidikan wartawan diperlukan untuk menyajikan informasi akurat, tepat, dan mendidik kepada masyarakat.


“Wartawan itu profesi intelektual, wartawan juga orang yang selalu resah terhadap kondisi lingkungan, keadilan, dan kepentingan-kepentingan masyarkat lainnya,,” ungkap Akmal Ibrahim saat memberikan sambutan dalam Konfercab I PWI Abdya, di Aula Arena Motel, Blangpidie, Senin (7/9/2020).


Akmal meminta agar wartawan tidak berpikir jika profesinya itu rendah. Sebab kata Akmal, wartawan itu adalah orang yang berpikir merdeka, sehinga wartawan itu tidak bisa diintervensi dalam memberikan informasi kepada publik.


“Maka, berbahagialah menjadi wartawan, karena wartawan itu adalah orang yang merdeka. Dan pertanggungjawaban wartawan itu adalah hati nuraninya. Maka wartawan harus peka dan tidak sombong dengan lingkungannya,” ujar Akmal Ibrahim.


Mantan wartawan itu berpesan agar pendidikan terhadap wartawan lebih ditingkatkan, karena wartawan adalah kaum intelektual dan diberikan kebebasan serta bertugas mengedukasi publik dari setiap pemberitaan yang ia tulis.


“Wartawan juga harus mendidik masyarakat, apalagi sekarang ini kita tengah dilanda Covid-19. Maka wartawan jangan hanya memberitakan persoalan angka-angakanya saja, namun bagaimana wartawan itu mampu memberikan pendidikan kepada masyarakat, baik mengenai apa itu Covid-19, bagaimana penularannya, pencegahan dan apa-apa saja yang harus dilakukan sehingga tidak tertular Covid-19. Karena hari ini banyak masyarakat yang belum benar-benar paham terkait bahaya Covid-19,” pungkas Akmal.


Kemudian, dalam sambutannya, Akmal Ibrahim juga menyampaikan, peran PWI itu sangat berpengaruh terutama dalam proses pembangunan daerah.


“Orang yang sombong dan tidak peduli dengan lingkungan tidak bisa jadi wartawan karena wartawan itu identik dengan orang yang selalu resah, peka dan peduli dengan segala persoalan,” kata Akmal.


Menurutnya, seorang wartawan harus menjadi orang yang merdeka dalam berfikir. Dalam perusahaan pers ketepatan waktu itu sangat penting.


Kemudian tambahnya, wartawan itu bertanggung jawab pada hati nuraninya sendiri. Dia harus mampu menilai dan mengkaji untuk mendalami sebuah kebenaran informasi. Pers itu adalah lembaga pencerdasan untuk publik.


“Saya berharap, PWI dapat lebih maju ke depannya serta terus berbenah agar lebih baik dan berkualitas,” pungkas Akmal.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini