ads


ACEHTREND.COM, Singkil — Guna menghormati para ulama, penyebar Islam, dan menjaga kelestarian peninggalan sejarah, warga Aceh Singkil dalam beberapa hari ini merenovasi makam ulama Abuya Syekh Muhammad Aun Al-Khalidy, sosok ulama kharismatik pemimpin spiritual tasawuf Tarekat Naqsyabandiyah.


Salah seorang warga, Syafruddin Sutan Muhammad, kepada aceHTrend, Kamis (27/8/2020), menjelaskan, makam yang berlokasi di Kompleks Dayah atau Surau Suluk Raudhatul Mutthaqien Kampung Jirat Desa Kuala Baru Sungai, Aceh Singkil, kerap dikunjungi oleh penziarah dari berbagai penjuru.


“Penziarah selalu terlihat ramai. Mereka yang datang bukan meminta-minta pada makam. Tapi lazimnya mereka berziarah dan berdoa,” terangnya.


Menurutnya, pemiliharaan makam mufti dan qadhi partama di Kantor Mahkamah Syar’iyah Singkil sejak Indonesia merdeka ini sangat penting. Karena selain makam itu cagar budaya di Aceh Singkil juga menjadi media edukasi sejarah yang paling efektif.


Generasi muda, kata Syafruddin, akan lebih tahu peran Abuya Syekh Muhammad A’un dalam penyebaran agama Islam di Aceh Singkil dan daerah pantai pesisir Samudra Hindia lainnya.


“Dengan direnovasinya pemakaman ini, generasi kita akan memiliki peninggalan sejarah yang amat berharga. Khususnya pada proses penyebaran Islam di Aceh Singkil,” ucapnya.


Sebagai penggagas renovasi makam, yakni anak dari Haji Aminur Rasyid bin Syeikh H Mahmud bin Syeikh H Aminullah bin As-Syeikh Abdullah Al-Khalidy seorang ulama berpengaruh di Pulau Sumatra, kata Syafruddin, adalah putra Abuya Syekh M Aun, yaitu Teungku Ciek Abang Abuhayan.


Nanti setelah bangunan makam ini rampung, penziarah yang berkunjung lebih nyaman. Karena makam akan berada dalam bangunan.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini