ads


Penyidik Polda Metro Jaya Jakarta hari ini memintai keterangan pada musisi Erian Aji Prihartanto alias Anji terkait dugaan penyebaran berita bohong alias hoaks melalui video yang menayangkan wawancara dirinya bersama seseorang yang disebut sebagai penemu vaksi anti Covid-19 bernama Hadi Pranoto. Anji diperiksa di Polda Metro Jaya, Senin (10/8/2020).


Mengutip lansiran Republika, kasus itu dilaporkan oleh Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid. Muannas melaporkan pemilik akun YouTube @Duniamanji dan Hadi Pranoto pada Senin malam (3/8/2020). Mereka dilaporkan atas dugaan tindak pidana UU ITE dan atau menyebarkan berita bohong.


Seperti diberitakan sebelumnya, dalam video berjudul Bisa Kembali Normal? Obat Covid-19 Sudah Ditemukan!!, Anji mewawancarai seseorang yang disebutnya sebagai profesor, dokter, dan pakar mikrobiologi yang telah menemukan serum antibodi Covid-19 bernama Hadi Pranoto.


Konten itu sempat membuat gaduh hingga nama Anji menjadi “gunjingan” netizen. Namun, konten tersebut sudah diturunkan YouTube sejak Minggu malam karena mendapat banyak laporan dari warganet setelah dirilis Anji pada Jumat malam (31/7/2020).


Konten kontroversi tersebut tidak saja membuat gerah warganet, Ikatan Dokter Indonesia turut angkat bicara. Sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar IDI, Slamet Budiarto, mengatakan sejauh ini penelitian masih dilakukan di berbagai negara untuk menemukan obat Covid-19. Karena itu, IDI meragukan klaim Hadi Pranoto yang menyatakan Covid-19 sudah ada obatnya.


“Di dunia ini belum ada yang secara khusus untuk Covid-19. Adanya adalah obat pencegah radang, kemudian obat memperingan, tapi belum menyembuhkan,” kata Slamet Budiarto seperti diberitakan CNNIndonesia.com, Minggu (2/8/2020).


Baca: Anji dan Konten Wawancara Hadi Pranoto soal Temuan Obat Covid-19 yang Kontroversial


Menurut Slamet, proses pembuatan obat-obatan membutuhkan sejumlah proses mulai dari tahap uji toksisitas, uji klinis pada hewan, uji klinis pada manusia, hingga uji klinis massal, setelah itu semua dilakukan barulah bisa diklaim berhasil atau tidak.


Meskipun disebut oleh Anji sebagai dokter, Slamet mengatakan bila pihaknya tidak mengetahui siapa Hadi Pranoto. Pria itu disebut tak ada dalam data keanggotaan IDI. Memang ada sosok dengan nama serupa, tetapi wajahnya berbeda.[]

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini