ads


Jakarta – Pemerintah RI menggelontorkan dana sebesar Rp28,82 triliun yang terdiri atas dana APBN sebesar Rp14,83 triliun dan APBD Rp13,99 triliun untuk membayar gaji ke-13 para pegawai negeri sipil, TNI/Polri, dan pensiunan. Pencairan mulai dilakukan sejak Senin (10/8/2020) dan bertahap hingga hari ini, Selasa (11/8/2020).


Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sebagaimana diberitakan CNBC Indonesia mengatakan, pemberian gaji ke-13 ini sebagai salah satu bantuan untuk meringankan PNS dalam membayar biaya sekolah anaknya. Oleh karena itu, pencairan gaji ke-13 dilakukan pada awal tahun ajar baru setiap tahunnya.


Selain itu, di masa pandemi seperti saat ini, cairnya gaji ke-13 diharapkan bisa mendorong daya beli masyarakat yang anjlok akibat adanya pembatasan sosial. Naiknya konsumsi masyarakat ini diharapkan bisa memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga agar bisa kembali positif.


“Presiden Jokowi telah menginstruksikan pembayaran gaji ke-13 bagi ASN, TNI, POLRI, dan pensiunan yang bertujuan untuk mendorong daya beli masyarakat,” kata Sri Mulyani yang melakukan media briefing secara virtual, Senin (10/8/2020).


Berkaitan dengan itu, pemerintah mendorong agar masyarakat membeli produk-produk lokal dan produksi UMKM sebagai upaya membangkitkan industri lokal di tengah pandemi Covid-19.


Hingga Senin siang, total gaji-13 yang sudah ditransfer sebesar Rp13,57 triliun. Rinciannya untuk pembayaran gaji-13 PNS, TNI/Polri pusat sebesar Rp5,47 triliun, dan untuk pensiunan Rp8,1 triliun. Sementara itu, untuk pegawai di pemerintah daerah masih menunggu update.


Adapun pejabat negara seperti presiden, wakil presiden, menteri, anggota DPR, dan pejabat lain yang setara tidak mendapatkan gaji-13.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini