ads


Siapa sih yang tidak pernah mengalami cegukan? Tentunya semua orang pernah mengalami kondisi cegukan, mulai dari durasinya yang singkat bahkan ada cegukan sampai beberapa menit dan cukup mengganggu, terlebih saat berbicara dengan orang lain.


Cegukan muncul secara tiba-tiba tanpa disadari oleh pengidapnya dan terkadang dapat hilang dengan sendirinya. Namun, bila cegukan terjadi dalam waktu yang lama dan tidak hilang-hilang sebaiknya jangan disepelekan. Kondisi ini bisa menjadi tanda dari adanya gangguan kesehatan pada tubuh.


Tidak hanya pada orang dewasa, nyatanya anak-anak bahkan bayi pun sangat rentan mengalami kondisi cegukan. Lalu, apa yang menyebabkan seseorang mengalami kondisi cegukan? Tidak ada salahnya simak beberapa fakta medis seputar cegukan agar kamu dapat mengatasi kondisi ini dengan tepat.


  1. Kontraksi Otot Diafragma Sebabkan Cegukan

Cegukan terjadi ketika otot yang memisahkan perut dan dada (diafragma) berkontraksi. Diafragma masuk dalam bagian sistem pernapasan yang cukup penting bagi tubuh. Umumnya, saat seseorang menarik napas diafragma akan berkontraksi dan mengalami proses relaksasi saat menghembuskan napas.


Namun, ketika otot diafragma berkontraksi secara tiba-tiba kondisi ini menyebabkan udara masuk begitu cepat menuju paru-paru, sehingga katup saluran pernapasan menutup dengan cepat dan mengakibatkan kondisi cegukan.


  1. Cegukan yang Berkepanjangan Tanda Gangguan Kesehatan

Cegukan yang berlangsung sementara nyatanya dapat disebabkan oleh beberapa faktor, seperti mengonsumsi makanan pedas, minum-minuman beralkohol, terlalu banyak makan, makan terlalu cepat, hingga adanya perubahan suhu secara tiba-tiba. Umumnya, kondisi cegukan dapat hilang dengan sendirinya.


Namun, jangan sepelekan cegukan yang terjadi dalam waktu berhari-hari. Kondisi ini bisa menandakan adanya gangguan kesehatan pada tubuh, seperti adanya gangguan pada sistem pencernaan, gangguan pada saraf, mengalami peradangan dan infeksi pada otak, tumor otak, peradangan selaput jantung, emboli paru, pneumonia, hingga alami gangguan kesehatan mental. Tentunya hal ini perlu segera diatasi sesuai dengan penyebabnya.


  1. Beda Usia Beda Cara Mengatasi Cegukan Sementara

Tidak hanya pada orang dewasa, cegukan juga dapat terjadi pada anak-anak hingga bayi yang baru lahir. Umumnya, cegukan yang dialami hanyalah bersifat sementara. Namun, beda usia nyatanya beda cara untuk mengatasi cegukan.


Pada orang dewasa, kamu dapat melakukan beberapa cara agar cegukan dapat reda lebih cepat, misalnya melakukan teknik menarik nafas dalam, berkumur, mengonsumsi air hangat, dan mengonsumsi air lemon.


Sedangkan pada bayi yang baru lahir, ibu dapat lakukan teknik burping pada bayi agar kondisi cegukan yang dialami bayi bisa reda dengan lebih cepat. Caranya adalah dengan menggendong bayi di dada, dengan posisi dagunya menempel di bahu Anda. Setelah itu pegang bagian belakang kepala dan bahunya dengan satu tangan. Kemudian gosok dan tepuk punggungnya dengan tangan yang lain sehingga udara yang terperangkap di dalam perut akan keluar. Namun jangan khawatir, nyatanya cegukan pada bayi merupakan hal yang wajar jika kondisi ini tidak menyebabkan gejala lain pada bayi.


Melansir dari Very Well Family, umumnya bayi yang baru lahir akan mengalami cegukan dalam waktu sekitar 4–7 menit. Namun, tidak ada salahnya ibu selalu memantau kesehatan anak ketika anak mengalami kondisi cegukan.


  1. Cegukan dapat Sebabkan Komplikasi

Meskipun terdengar sederhana, nyatanya kondisi cegukan yang tidak reda dalam beberapa saat dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Melansir Mayo Clinic, kondisi cegukan dapat menyebabkan gangguan tidur, gangguan makan, serta kesulitan berbicara pada pengidapnya.


Itulah beberapa fakta medis mengenai cegukan yang perlu diketahui agar dapat mengenali cegukan yang kamu alami. Cegukan yang berlangsung lama dapat kamu deteksi penyebabnya dengan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti tes darah, tes pencitraan, endoskopi, hingga EKG. Lakukan pemeriksaan diri pada pelayanan kesehatan agar kondisi ini dapat segera ditangani dengan baik.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini