ads


ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Anggota DPRA Darwati A Gani mengimbau seluruh masyarakat Aceh agar tidak menyepelekan wabah Covid-19 yang angka penularannya semakin naik di Aceh. Ia meminta masyarakat Aceh patuh pada protokol kesehatan karena penyakit yang disebabkan oleh virus itu bisa menyerang siapa saja.


Hal itu disampaikan Darwati setelah salah satu anggota keluarganya yang berinisial YS terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengetahui hasil test swab RT PCR siang tadi, Senin (3/8/2020).


“Kami semua terkejut saat tadi siang tahu ada keluarga kami yang positif korona, dan Ibu sekeluarga juga sudah melakukan swab test tadi sore. Mudah-mudahan hasilnya bisa keluar besok untuk tahu langkah selanjutnya apa yang harus kami lakukan,” ujar Darwati saat dikonfirmasi aceHTrend mengenai kebenaran kabar tersebut pada Senin malam.


Ia mengatakan, YS bekerja di salah satu SKPA dan tinggal serumah dengan Darwati. Awalnya YS mengalami demam sekitar dua atau tiga hari seminggu lalu. Darwati lantas meminta YS untuk melakukan swab test dan hasilnya keluar siang tadi. Padahal, secara fisik YS sudah sembuh katanya. Sebelumnya YS diketahui sempat melakukan perjalanan dinas ke Kabupaten Pidie Jaya.


Darwati menekankan bahwa korona itu ada dan nyata dan bisa menyerang siapa saja. Sebisa mungkin ia meminta agar para individu menghindari keramaian, makan makanan bergizi seimbang, banyak minum air putih, berolahraga rutin, dan berdoa kepada Allah Swt agar wabah ini segera hilang.


“Sayaa ingin menyampaikan bahwa korona itu ada dan nyata, dan saya masih menunggu hasil apakah saya terinfeksi juga atau tidak. Saya merasa selama ini sudah patuh protokol kesehatan, walau kadang-kadang harus pergi atau ada kegiatan, itupun kegiatan yang terbatas, dengan orang yang terbatas pula, selalu menggunakan masker, hand sanitizer selalu dibawa, agar bisa sering-sering cuci tangan, sekali-kali mungkin melihat ada foto saya yang tidak pakai masker, itu hanya dibuka sesaat saat berfoto saja,” ungkapnya.


Selama pandemi ini katanya, ia pernah dua kali ke Jakarta dan Bandung. Itu pun hanya mendatangi tempat-tempat yang perlu dikunjungi saja. Namun, begitu pulang ke Aceh, dari bandara langsung menuju laboratorium untuk melakukan swab tes dan melakukan isolasi mandiri hingga hasil tes diketahui.


Ia juga meminta masyarakat bersikap jujur. Jika ada yang sakit, diminta untuk menceritakan riwayat sakit dan perjalanannya tanpa ditutup-tutupi. Karena banyak tenaga medis yang tertular dari pasien yang tidak jujur.


“Miris mendengar banyak tenaga medis positif korona, rumah sakit yang ditutup karena tenaga medisnya harus isolasi dan lain-lain,” kata Darwati.[]

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini