ads


REDELONG-LintasGAYO.co : Salah satu solusi jangka pendek untuk mengantisipasi anjloknya harga Kopi Arabika Gayo dan mengantisipasi ketidakpastian panen raya, Pemerintah disarankan segera mengambil langkah kongkrit.


Hal ini mengemuka dalam diskusi antisipasi penumpukan hasil panen kopi yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Kamis (27/08/2020).


Salah satu langkah kongkrit jangka pendek adalah dengan mengingatkan kembali komitmen Presiden Republik Gayo yang akan membeli Kopi Gayo.


Salah satu pelaku usaha Kopi Gayo, Armiyadi menjelaskan salah satu solusi jangka pendek harus dilakukan adalah menagih dana satu triliun yang pernah disampaikan oleh Presiden Jokowi.


Menyahuti itu, Sekda Bener Meriah Haili Yoga yang hadir pada diskusi tersebut menjelaskan dalam waktu dekat akan segera membuat e-proposal. “Kita juga akan membuat e-proposal terkait dengan keadaan Kopi Gayo saat ini,” kata Haili Yoga.


Sementara, Ketua Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Aceh, Armia juga ikut menjelaskan soal keadaan Kopi Gayo kedepan, hari ini terjadi penumpukan kopi yang dipanen pada bulan April-Mei kemarin.


Selanjutnya, dijelaskan ke depan kekhawatiran soal harga kopi yang terus menurun di tengah banjirnya kopi Gayo pada masa panen Oktober – Desember, kekhawatiran selanjutnya sudah harga murah tidak ada yang beli, kalau harga murah masih ada yang beli ini hal baik, bagaimana kalau justru sebaliknya.


Lebih dari itu ketua AEKI Provinsi Aceh ini menjelaskan, selama ini kita terlena akan mahalnya kopi Gayo dan mudahnya melakukan ekspor sehingga lupa pasar lokal, saat ini juga kita kelabakan sendiri ketika pandemi Covid-19 ini melanda dan sampai saat ini kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir.


[Dan]



The post Ekportir Tagih Komitmen Presiden Jokowi Beli Kopi Gayo appeared first on LINTAS GAYO.

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini