ads


Oleh : Abdan Sakura*


Sejak saat ini hingga saat tulisan ini saya buat, sudah puluhan masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah, terpapar Covid-19. Kasus pertama di Aceh Tengah dikabarkan beberapa media pada Rabu (29/7/2020) berjumlah tiga orang adalah 1 orang dokter, 1 orang perawat, dan 1 orang lagi adalah personel TNI.


Dua orang yang terinfeksi virus corona setelah mengikuti uji cairan tenggorokan di Balitbangkes Aceh di Banda Aceh beberapa waktu lalu. Mereka adalah tenaga medis di Rumah Sakit Umum (RSU) Datu Beru.


Semua pihak dari berbagai latarbelakang berbondong-bondong ikut berbicara, dan tak sedikit ada yang mendramatisir dengan membuat stigma kepanikan dan ketakutan, seolah-olah wabah corona adalah kiamat.


Tentu Covid-19 merupakan sebuah virus yang sangat berbahaya, tetapi mendramatisir dan melebih-lebihkan pemberitaan itu jauh lebih berbahaya. Seorang wanita paruh baya di Bener Meriah histeris ketakutan dan kepanikan lantaran tak terima dikatakan positif Covid-19 , padahal yang dinyatakan positif adalah suaminya. Sementara wanita tersebut, masih menunggu uji SWAB.


Kecemasan semacam itu muncul dari konstruksi publik, seolah ketika anda terjangkit tidak ada lagi sisa kehidupan yang anda miliki. Sejauh informasi yang kita tahu, bahwa MERS dan SARS adalah keluarga besar dari Coronavirus, penyakit pernapasan ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Virus ini dianggap berbahaya Karena penyebaranya begitu cepat.


Artinya, ketika anda mengalami penyakit-penyakit tersebut, belum tentu anda terpapar Covid-19, sebelum anda melakukan rapid test dan pemeriksaan swab. Bahkan ketika anda tidak mengalaminya.


Kalau pun anda positif Covid-19 anda tak perlu histeris seolah-olah anda mati besok. Data menunjukkan Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Namun yang dianggap serius terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil dan bayi dan orang yang punya penyakit bawaan.


Tulisan Dokter IS dari RSUD Muyang Kute dengan judul ‘’Melawan STIGMA,’’ yang tersebar di laman Facebook patut diacungi jempol. Beliau sebagai masyarakat Aceh Tengah yang memberikan gambaran bagaimanya menghadapi berita buruk ini, sekaligus sebagai orang yang dinyatakan positif Covid-19 mampu memberikan kesan JANGAN PANIK !.


Meskipun tak bayak upaya-upaya yang diberikan selain tulisan yang menenangkan serta menjabik-cabik perasaan. Paling tidak, beliau tidak sedang histeris ketakutan dan kepanikan.


Di tengah masa-masa sulit menghadapai virus corona di Aceh Tengah, yang kita butuhkan saat ini adalah kerjasama kolektif. Segelintir masyarakat yang terpapar di Aceh Tengah dan Bener Meriah adalah fakta bahwa kita sedang tidak baik-baik saja.


Kita sedang sakit, dan kita perlu kesadaran bersama untuk memulihkannya kembali, bukan malah semakin pragmatis, memperkecil pelayanan kesehatan berharap bisa menghentikan penyebaran. Kita mesti kesampingkan semua prasangka yang mengecam.


Kita harus bersama-sama berdiri tegak dan tampil digarda terdepan untuk melawan stigma ketakutan ini. Bukan justru menambah ketakutan dengan memberikan definisi dan argumentasi tentang Covid-19 yang tak memiliki dasar.


Pilihan kita harus benar-benar memperhitungkan konsekuensi jangka panjang. Ketidakmampuan menjawab tantangan hidup sering membuat kepanikan, rasa panik tidak mengajari kita banyak hal, malah sering membuat kita ceroboh, tidak peduli, dan bahkan bengis sehingga memperparah keadaan.


Oleh sebab itu kiranya sangat penting menyebarkan informasi valid dan kerjasama kolektif. Memberikan edukasi supaya tidak panik. Mengajari mereka (masyarakat) dengan protokol yang sudah ada.


Masa-masa sulit ini pasti berlalu, masyarakat Aceh Tengah akan selamat, sebagian besar dari kita masih tinggal di dataran dingin yang tak lagi ramah ini. saat ini harapan berarti peduli dan berdisiplin. Dengan harapan itulah kita dapat melalui masa-masa sulit yang penuh dengan berita kepanikan ini.


*Pembina Di Wirkungs Geschichte Comunity dan Kabid Kaderisasi DPC GMNI Yogyakarta.


The post [Catatan] Positif Corona, Bukan Seolah Mati Besok appeared first on LINTAS GAYO.

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini