ads


TAKENGON-LintasGAYO.co : Angin kencang yang telah melanda dataran tinggi Gayo dalam kurun waktu dua hari terakhir, telah menyebabkan kerusakan rumah penduduk di Kabupaten Bener Meriah. Sejumlah bangunan sarana pendidikan dan ibadah, juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat diterpa angin kencang.



Selama 2 Hari Bener Meriah Dilanda Angin Kencang, 25 Unit Rumah Rusak



Lalu, apakah yang tengah terjadi kenapa wilayah ini diterpa angin kencang? Apakah angin itu dikategorikan sebagai angin puting beliung atau tidak? LintasGAYO.co mencoba mencari jawaban konkrit ke Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh.


Saat dihubungi, prakirawan BMKG Aceh, Muhazir menjelaskan bahwa angin kencang yang terjadi saat ini bukan hanya melanda dataran tinggi Gayo saja, melainkan hampir diseluruh wilayah Aceh dan beberapa wilayah lainnya di Sumatera.


“BMKG sudah memberi peringatan dini terkait adanya angin kencang, dimana puncaknya akan terjadi pada 5-9 Agustus 2020,” kata Muhazir, Selasa 4 Agustus 2020.


Ditanya apakah angin kencang itu dikategorikan sebagai angin puting beliung, Muhazir menjawab bukan. “Itu bukan puting beliung, akan tetapi disebut dengan fenomena angin monsun Australia yang bergerak menuju Asia menuju Indonesia dan melewati wilayah Aceh,” terang Muhazir.


“Ditambah lagi, saat angin itu melewati wilayah Aceh, anginnya melalui Samudra Hindia, makanya terjadi pembelokan di Samudera Hindia menuju ke wilayah Aceh. Akibat angin ini, suhu juga akan menjadi dingin dan bisa juga akan menjadi puncak musim kemarau,” tambah Muhazir.


Dijelaskan lagi, saat pergerakan angin dari Australia menuju Asia dan Aceh, ada perbedaan tekanan angin. “Jadi di wilayah Samudera Hindia itu tekanannya cukup tinggi, sedangkan di Asia baik itu di atas Aceh, Laut Cina Selatan, Pilipina mengalami tekanan rendah,” jelasnya.


“Angin itu kan bergerak dari tekanan tinggi ke rendah, makin besar perbedaan antara kedua t**ik ini, maka makin menyebabkan angin itu kencang bergeraknya. Jadi fenomena ini, ada perbedaan tekanan dari bawah ke atas. Makanya angin bergerak dari Samudra Hindia yaitu melalui Aceh,” tambahnya.


Fenomena ini katanya lagi, dominan terjadi di wilayah Aceh pada bulan Juni, Juli dan Agustus dengan kecepatan angin maksimal 20 knot.


“Jika lebih dari 20 knot, maka diketegorikan kecepatan angin ekstrim. Jadi semuanya harus kita waspadai,” demikian Muhazir.


[Darmawan]


The post Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah dan Bangunan di Gayo, BMKG : Ada Pergerakan Angin Monsun Australia appeared first on LINTAS GAYO.

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini