ads


Momen Iduladha seperti ini banyak masyarakat yang mendapat jatah daging kurban. Bahkan daging tersebut bisa dimasak beberapa kali dan ada juga yang menyimpannya sampai beberapa hari karena saking banyaknya.


Seperti yang diberitakan aceHTrend, di Desa Pulo Sarok, Aceh Singkil misalnya, menyembelih hewan kurban hingga 41 ekor yang terdiri atas kerbau, sapi, dan kambing. Dikarenakan jumlah daging kurban sangat banyak, pihak panitia desa membagikan daging korban tersebut pada ke seluruh warga, bahkan sampai ke desa-desa tetangganya, pesantren, dan lembaga kemasyarakat Aceh Singkil.


Beberapa desa yang ada di Aceh, kurang lebih juga merasakan keberkahan daging kurban di Lebaran kali ini. Banyaknya daging kurban yang didapat warga saat ini, hendaknya juga harus memperhatikan cara pengolahan dan penyimpanannya sebelum dikonsumsi.


Agar mendapatkan manfaat daging tersebut, berikut empat hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi daging kurban.


Memilih Daging yang akan Dikonsumsi


Saat akan mengonsumsi daging, hendaknya memilih bagian dengan sedikit kandungan lemak, seperti paha belakang, paha depan, sirloin (has luar), atau pinggang. Pilih daging yang bewarna merah segar dan bersih.
Saat menerima daging yang bewarna kecoklatan, berlendir, atau tampak kotor, lebih baik tidak mengonsumsinya. Sebab kondisi seperti itu menandakan daging tersebut tidak segar lagi atau sudah mulai membusuk.


Menyimpan Daging agar Selalu Segar


Supaya daging selalu segar, simpan daging di kulkas dengan suhu 1 derajat celcius atau di freezer dengan suhu 18 derajat celcius. Selain berfungsi untuk menjaga daging tetap segar, cara penyimpanan seperti ini juga dapat mempertahankan nutrisi dan memperpanjang umur penyimpanan daging.


Jika hanya disimpan di dalam kulkas, daging mentah sebaiknya hanya disimpan 1-2 hari. Sedangkan daging telah matang dapat bertahan selama 3-4 hari. Jika disimpan dalam freezer, daging mentah bisa bertahan 3-4 bulan. Sedangkan daging yang telah matang dapat bertahan hingga enam bulan.


Selain itu, juga perlu untuk memperhatikan wadah penyimpanan daging. Sebaiknya daging disimpan dalam wadah bersih dan tertutup rapat. Jika ingin mencairkan daging yang telah beku, pindahkan dari freezer ke kulkas untuk mencegah pertumbuhan bakteri dalam daging.


Mengolah Daging yang Benar


Penting juga mengetahui cara mengolah daging yang benar supaya daging tersebut sehat untuk dikonsumsi. Sebelum dan setelah memegang daging, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan bersih agar bakteri di tangan tidak menyebar pada daging. Gunakan pisau dan talenan yang berbeda ketika mengolah daging agar bakteri tidak menyebar ke bahan makanan lainnya.


Untuk mengolahnya, buang lemak daging terlebih dulu sebelum dimasak, terutama jika ingin membuat sup atau semur daging. Jika ingin memasak daging, jangan diolah dengan cara digoreng langsung, tapi memanggangnya atau merebusnya terlebih dahulu sebelum digoreng. Gunakanlah minyak yang sehat bagi jantung, seperti minyak bunga matahari, minyak kedelai, atau minyak zaitun.


Imbangi dengan Mengonsumsi Sayur


Setelah mengonsumsi daging, kamu bisa mengimbanginya dengan mengonsumsi sayuran berserat untuk mengurangi penyerapan kolesterol dalam daging. Bagi kamu yang sedang mengonsumsi suplemen zat besi, batasi konsumsi daging dengan kandungan tinggi zat besi guna mencegah kelebihan zat besi dalam darah.


Dengan melakukan beberapa hal tersebut, kamu bisa menyantap daging kurban tanpa rasa khawatir yang berlebihan. Terapkan juga pola makan gizi seimbang dan berolahraga secara rutin agar tubuh tetap sehat. Selamat Iduladha dan menikmati daging kurban.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini