ads


ACEHTREND.COM, Blangpidie – Mantan karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berinisial RS didampingi tujuh pengacara dalam kasus penipuan dan penggelapan uang nasabah yang menjeratnya. Berdasarkan informasi yang diterima awak media, pengacara yang akan mendampingi RS untuk membantu menyelesaikan kasus tersebut, yakni Syahrul Rizal SH MH dan a**ociates dari kantor hukum di Banda Aceh.


Dalam penanganan kasus tersebut, Syahrul juga dibantu oleh beberapa advokat yang tergabung dalam tim kuasa hukum, yakni Najmuddin SH, Indah Widyanes Reflin SH, Shidqi Ilyasin SH, Hendra SH, Ikhsan Fajri, SH MA, dan Deri Sudarma SH.


Syahrul Rizal, yang merupakan Sekjend Peradi Aceh membenarkan bahwa dirinya telah diminta oleh RS untuk menjadi kuasa hukum dalam menghadapi kasus dugaan penipuan dan penggelapan dan tindak pidana perbankan yang saat ini dalam penanganan Polres Abdya.


“Benar saudari vina adalah klien kami, dan kami akan mendampingi beliau untuk membela hak-hak hukumnya selaku tersangka dalam menghadapi kasus hukum yang sedang dihadapi,” ungkap Syahrul Rizal melalui rilis, Jumat (16/7/2020).


Syahrul menjelaskan, dirinya bersama tim kuasa hukum nantinya akan memberi keterangan resmi perihal perkembangan kasus tersebut serta bertindak atas nama kliennya dalam memberi keterangan di media agar tidak ada ketimpangan atau simpang siur berita terkait kasus itu.


“Kita minta rekan-rekan media langsung mengonfirmasi ke kami terkait adanya pemberitaan-pemberitaan yang bersinggungan dengan kasus ini maupun terkait hal-hal yang ingin teman-teman media ketahui,” ujarnya.


Pihaknya juga akan meluruskan beberapa pemberitaan yang selama ini dianggap tidak sesuai dengan fakta yang terjadi, di antaranya terkait hubungan kliennya dengan suami yang dikabarkan sudah bercerai. Menurut Syahrul, persoalan itu perlu diluruskan bahwa hal tersebut tidak benar.


“Kami melihat banyak pemberitaan yang keliru yang beredar di media, sehingga terkesan memvonis klien kami dengan tidak adil secara sosial, misalnya terkait hubungan rumah tangganya yang kami pastikan baik-baik saja,” katanya.


Selain itu sambungnya, tim kuasa hukum juga memberi klarifikasi terkait pemberitaan bahwa kliennya menyimpan aset sampai puluhan miliar seperti yang santer diberitakan sehingga menimbulkan spekulasi yang liar di tengah masyarakat.


“Terkait aset yang dituduhkan sampai puluhan miliar hal tersebut tidak sesuai dengan fakta, dan kita juga menunggu hasil penyidikan dari pihak Kepolisian Resort Abdya,” paparnya.


Bagi syahrul, menangani kasus yang berkaitan dengan perbankan ini bukanlah yang pertama kali dia lakukan. Sebelumnya ia juga pernah menangani beberapa kasus dengan modus yang hampir sama dengan kasus RS, di antaranya kasus pembobolan Bank Aceh di Sabang dengan total kerugian mencapai Rp9,3 miliar pada tahun 2011, pelakunya juga karyawan bank tersebut yang berprofesi sebagai customer service. Kemudian kasus Bank Mandiri Kuala Simpang, Aceh Tamiang.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini