ads


REDELONG-LintasGAYO.co : Jagat media sosial dihebohkan dengan beredar sebuah video berbahasa Gayo. Sambil berteriak histeris seorang wanita paruh baya yang memegang sebuah kain sarung ditemani seorang pria paruh baya lainnya, yang mencoba menenangkan wanita tersebut.


Sambil berteriak histeris wanita paruh baya ini mengeluarkan kata kata dalam bahasa Gayo, “Ulaken aku, aku nume Korona, rayoh ku we kurang, hanakati i perin aku korona. Manepe nge iperikse, gere ara kene, negatif kene, aku gerejenku, aku Gere korona, nge I perikse aku, menteri Amir pe, I umah sakit, I 58 pe, hanakati Gere ara I perine aku korona,” teriak wanita itu sambil histeris.


(Pulangkan saya, saya bukan korona, hanya darah saya yang kurang, kenapa dibilang saya korona. Kemarinpun saya sudah diperiksa, tidak ada katanya (korona), saya sudah diperiksa, manteri Amir pun (menunjukkan nama orang), di rumah sakitpun, di lima puluh delapan pun (menunjukkan sebuah nama tempat/desa), kenapa saya tidak dinyatakan korona, saya pulang : red)


Kemudian seorang pria paruh paya coba menenangkan dan mengatakan “enti ulak (Jangan pulang)”.


Wanita yang memakai kacamata ini juga kemudian menimpali lagi “Enggeh, gerejen ku, aku nume korona, oya nge I aran aran korona ni (tidak, saya tidak mau, saya bukan korona, korona ini sudah dibuat buat),” tutup wanita ini sambil berlalu pergi.


Kemudian dari balik video terdengar suara seorang lelaki, kuat dugaan suara itu dari petugas medis yang sedang bertugas di Puskesmas tersebut “Ibu, ibu kalau mau mengikuti aturan kamipun enak bu,”


Dilanjutkan oleh petugas tadi “Bapak konol, bapak konol, bapak konol, bapak konol pak (Bapak duduk, Bapak duduk, Bapak duduk, Bapak duduk pak), sambil mengarahkan pria yang memakai topi, masker dan berkemeja tersebut ke suatu tempat duduk.


Sambil berteriak tidak terima dirinya dinyatakan positif Covid-19, wanita ini berlalu menuju parkiran, sambil berkata saya mau pulang saja.


Di akhir video juga terlihat seorang anak duduk dibangku tunggu Puskesmas tersebut sambil menggunakan masker, tidak diketahui apakah anak tersebut juga mempunyai hubungan dengan wanita dan seorang pria tadi.


Informasi yang beredar dimedia sosial dan grup WA, kejadian tersebut diisukan terjadi di Puskesmas Blang Rakal Kecamatan Pintu Rime Gayo Kabupaten Bener Meriah.


Sampai berita ini diturunkan LintasGAYO.co, telah mengupayakan klarifikasi dan mendapatkan informasi tersebut kepada pihak terkait, video ini menjadi viral di Aceh Tengah dan Bener Meriah terutama lewat Whatsapp.


[Dan/DM]


The post Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Wanita Paruh Baya di Bener Meriah Histeris appeared first on LINTAS GAYO.

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini