ads


ACEHTREND.COM, Langsa – Setelah mempertimbangkan kondisi terkini mengenai Covid-19 di Kota Langsa, Pemerintah Kota Langsa akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah secara tatap muka mulai Selasa (21/7/2020).


Wakil Wali Kota Langsa, Marzuki Hamid, melalui siaran pers kepada aceHTrend, Jumat (17/7/2020), menuturkan, setelah sempat ditetapkan sebagai zona kuning, kini berdasarkan a***isis dan update data di Gugus Tugas Covid-19 Kota Langsa yang dilakukan oleh Bidang Perencanaan, Data, Pakar, dan a***isis yang diketuai Bappeda, menjelaskan apabila Kota Langsa kini secara zonasi telah hijau.


Hal itu berdasarkan kondisi pasien N (56), warga Kecamatan Langsa Timur yang dinyatakan positif beberapa waktu lalu sekarang sudah dinyatakan sembuh berdasarkan hasil swab. Pasien sudah diizinkan kembali ke rumahnya.


“Jadi dengan pasien tersebut dinyatakan sembuh maka kasus Covid-19 di Kota Langsa kembali nol,” ungkap Marzuki Hamid.


Marzuki mengatakan, sesuai dengan syarat pelaksanaan kegiatan belajar tatap muka, wilayah tersebut harus berada pada zona hijau dan harus ada rekomendasi gugus tugas serta izin dari pada wali murid. Sebagai konsekuensi zona hijau, maka proses belajar tatap muka harus dilakukan. Ini sesuai Surat Keputusan Bersama empat Menteri, di mana daerah zona hijau dapat beraktivitas normal termasuk sekolah.


“Meskipun demikian, kita masih menunggu hasil update data dari Gugus Tugas Provinsi dan Gugus Tugas Nasional. Jika nanti masih kuning maka rencana KBM sekolah dengan tatap muka batal,” kata Marzuki.


Menurut Marzuki, terkait penetapan zonasi di suatu daerah dinilai dari beberapa indikator yang menggambarkan tingkat persebaran infeksi Covid-19 suatu daerah.


Pemerintah daerah mempunyai informasi terkini tentang daerahnya yang dapat dilihat dari empat indikator, pertama kasus jumlah positif, kedua jumlah ODP dan PDP, ketiga jumlah kematian yang dimakamkan dengan protokol kesehatan, dan keempat penularan langsung Covid pada petugas kesehatan.


Lanjutnya, jika nantinya Kota Langsa bisa melaksanakan KBM secara tatap muka, maka dalam pelaksanaannya, pembelajaran tentunya harus mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan.


“Aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di wilayah zona hijau bisa kembali dimulai. Tapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi di antaranya, tersedianya sarana cuci tangan, masker/face shield, memiliki alat pengukur suhu tubuh,” pungkasnya.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini