ads


ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dewan Pimpinan Aceh (DPA) Partai Aceh menggelar pelatihan jurnalistik dan kehumasan bagi seluruh anggota humas dan juru bicara DPW Partai Aceh se-Aceh. Pelatihan berlangsung di Banda Aceh pada 24-26 Juli 2020.


Sekjend DPA PA, H Kamaruddin Abubakar atau Abu Razak mengatakan, peran humas dan juru bicara (jubir) partai sangat penting dan strategis.


“Karena itu, kepada saudara dititipkan tanggung jawab besar itu. Wate lam prang mantong tanyo mampu, saat nyo ka dame beulebeh tajam lom (saat masih perang saja kita mampu, apalagi kini sudah damai harusnya lebih tajam lagi,” kata Abu Razak saat membuka kegiatan pendidikan politik khusus pelatihan kehumasan dan jurnalistik itu pada Jumat malam (24/7/2020).


Menurut Abu Razak, seorang juru bicara Partai Aceh harus tanggap dengan berbagai dinamika yang terjadi dalam masyarakat. Sehingga bisa menjembatani dan mengkomunikasikan dengan pimpinan dan kader partai di daerahnya masing-masing.


“Kita sadari selama ini, banyak yang sudah diperbuat Partai Aceh melalui kadernya di DPRA dan DPRK se-Aceh untuk masyarakat. Namun, karena kurang dipublikasi, sehingga masyarakat menilai Partai Aceh belum berbuat apa-apa. Ini perlu disampaikan secara benar kepada masyarakat,” tegas Abu Razak.


Awalnya sebut Abu Razak, semua itu disadari sebagai pengabdian dan tanggung jawab moral serta politik Partai Aceh kepada rakyat, sehingga tak mau terkesan ria. Tapi, sejalan dengan kemajuan teknologi dan informasi, publikasi melalui media pers dan media sosial, sudah menjadi keharusan dan tuntutan zaman.


“Digob saboh boh manok dibantu, ube raya bak media. Ditanyo, dum dan macam ka ta bantu, tapi hana deuh. Akibat jih nyang deuh u keu publik yang hana get. U keu hanjet le lage nyan. Pu mantong hal-hal positif, rakyat wajeb diteupu (Orang lain, membantu satu telur ayam, begitu besar berita di media. Kita, berbagai bantuan sudah dilakukan, tapi tidak tampak. Akibatnya, yang muncul ke publik informasi tidak baik. Ke depan tidak boleh lagi begitu. Apa saja hal-hal positif, rakyat wajib tahu,” saran Abu Razak.


Dia pun menyebut kilas balik saat perjuangan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Ketika itu, Juru Penerangan GAM Pusat dan wilayah berperan sangat aktif, maka rakyat Aceh paham dengan perjuangan, sehingga mereka membantu dengan berbagai rupa. Apalagi saat ini sudah damai, harusnya lebih tajam, fokus dan kuat lagi,” ucap Abu Razak mengulang kembali.


Begitupun, dia berpesan tak semuanya harus ditanggapi, apalagi informasi hoaks yang tidak mendesar. “Kalon pu yang dimarit dan peugah. Meunyo hana dasar dan penteng, hana pu tanggapi. Tapi sikrek narit tanyo, mampu dicerna masyarakat (lihat apa yang mereka ucap dan sampaikan. Jika tidak ada dasar dan penting jangan tanggapi. Tapi, satu kata yang kita sebut, mampu dicerna masyarakat,” ulas Abu Razak.


Ketua panitia pelaksana H Muhammad Saleh yang juga Jubir PA menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk peningkatan kapasitas pengurus DPW PA se-Aceh, khususnya bagian humas atau jubir.


Selain itu, memberikan muatan serta pemahaman tentang kerja media pers cetak dan online serta media sosial, terhadap peningkatan citra positif partai. Termasuk melakukan a***isa framing media, khususnya konten dan semiotik.


“Komunikasi digital harus menjadi poros Partai Aceh untuk melayani rakyat, terlebih di era digital seperti sekarang. Tak sekadar merespons pertanyaan wartawan, tapi diperlukan sikap proaktif dan mutlak harus dimiliki seorang Jubir Partai Aceh,” kata Muhammad Saleh atau akrab disapa Shaleh ini.


Adapun pemateri yang dihadirkan, yaitu Yarmen Dinamika dari Serambi Indonesia untuk menyampaikan topik Cara Membuat Rilis/Berita Layak Tayang di Media; Dr Hendra Saputra selaku Ketua Prodi Komunikasi UIN Ar-Raniry dengan topik Pengaruh Media Pers/Media Sosial terhadap Penciptaan Opini dan Propaganda Partai; Ahmad Mirza Safwandy MH dari Fakultas Hukum Unsyiah selaku pengusaha media dan inisiator pendiri Federasi Jurnalis Aceh dengan pembahasan Memahami Jeratan Hukum: Tinjauan UU ITE dan KUHAP; dan Abdul Hadi yang berprofesi sebagai fotografer untuk topik Foto Layak Tayang di Media.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini