ads


ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Guna mempercepat proses pengadaan lahan, sertifikasi, dan pengamanan aset tanah PLN di Provinsi Aceh, lima unit induk PLN di wilayah kerja Aceh melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan 23 kantor Pertanahan se-Provinsi Aceh, Jumat (17/7/2020).


Seremoni tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan jarak aman dan protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah selama masa pandemi Covid-19.


General Manager PLN UIW Aceh Jefri Rosiadi menyampaikan, tujuan penandatanganan perjanjian ini adalah untuk mempercepat proses sertifikasi aset, pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum, dan penyelesaian permasalahan pertanahan.


“Ini sebagai langkah guna mempercepat pengamanan aset yang dimiliki oleh PLN,” Kata Jefri Rosiadi melalui siaran pers diterima aceHTrend, Jumat (17/07/2020).


Jefri menambahkan, kerja sama ini merupakan wujud kesungguhan PLN dalam mengamankan, memelihara, dan mendayagunakan aset tanah, properti yang dimiliki PLN untuk penyediaan tenaga listrik yang andal bagi seluruh pelanggan PLN.


“Ini adalah bentuk komitmen dan sinergi antara PLN dan BPN dalam upaya mempercepat proses pengadaan lahan, sertifikasi tanah, penyelesaian permasalahan hukum aset, serta pengamanan, pendayagunaan, dan pembenahan aset”, kata Jefri.


“Sebanyak 5.426 yang perlu kita sertifikasi dan saya yakin kita adalah yang pertama bisa menuntaskan di seluruh Indonesia”, tambah Jefri.


Kakanwil BPN Propinsi Aceh, Agustyarsyah, dalam sambutannya menyampaikan, penandatangan kerja sama ini sejalan dengan misi BPN yaitu melakukan sertifikasi tanah di Indonesia termasuk PLN.


“Ada sekitar 5.426 bidang yang harus kita tuntaskan, namun bagi kami itu bukanlah angka yang besar untuk bisa menyelesaikannya,” katanya.


“Sebelum kita menyusun jadwal pengerjaan diperlukan empat hal yang harus kita siapkan,” lanjut Agus.


“Pertama data yang pasti dan letaknya diketahui persis oleh tim, kedua menyiapkan dokumen, ketiga ada tim khusus dari PLN, untuk memastikan semua bidang-bidang dan jelas batas-batasnya dan yang keempat menyediakan penghubungnya di lokasi/unit,” terang Agus.


“Setelah semua itu terpenuhi maka kegiatan pengukuran 5.426 aset bisa kita tuntaskan dan kita pastikan kita yang pertama bisa selesaikan di Indonesia,” harap Agus.


Sementara itu EVP Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Properti PLN Pusat, Fakhri, dalam arahannya menyampaikan, bahwa kerja sama ini adalah bentuk komitmen untuk mengamankan, memelihara, dan mendayagunakan aset tanah dan properti yang dimiliki oleh PLN demi masa depan penyediaan tenaga listrik dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.


“Semoga ke depannya kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi PLN dan BPN secara keseluruhan,” pungkas Fakri.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini