ads


ACEHTREND.COM,Banda Aceh– Agenda Sidang Paripurna DPRA yang dihelat pada Rabu siang (22/7/2020) berlangsung penuh energi. Ada empat hal yang diputuskan di dalam rapat wakil rakyat tersebut. Yaitu Pansus Bank Aceh, Pansus Oncology RSUZA, Pansus Pengadaan Barang dan Jasa APBA-P2019 dan pembatalan MoU antara Legislatif dan eksekutif Aceh terkait 12 paket pembangunan yang dibuat dalam proyek multiyears contract.


Fraksi Partai Demokrat yang dimotori oleh Ketua Fraksi HT. Ibrahim, sudah menyatakan tidak setuju sejak rapat masih membahas pembentukan pansus. Tanpa menunggu waktu, belum pun persoalan multiyears dibahas, mereka menyatakan keluar dari sidang paripurna (walk out). Wakil Ketua DPRA Dalimi yang juga politisi Demokrat juga keluar dari ruang sidang.


Sebelum menyatakan keluar dari sidang, HT. Ibrahim mengatakan seluruh agenda pansus tidak lagi diperlukan, karena menurutnya hasil pengawasan yang dilakukan oleh Komisi III DPRA, tidak ada masalah apapun di sejumlah proyek yang dimasukkan dalam agenda pembentukan pansus.


“Tidak ada masalah di Bank Aceh Syariah, pembangunan gedung oncology RSUDZA, jadi saya kira tidak perlu dibentuk pansus itu,” kata Ibrahim.


Terkait proyek tahun jamak, menurutnya rencana pembatalannya mendapat tentangan dari sejumlah daerah. Pihaknya juga sependapat bahwa proyek tersebut harus tetap dilaksanakan. “Demokrat menolak pembatalan proyek multiyears dan membentuk semua pembentukan pansus.”


Sepeninggal Fraksi Demokrat, Ketua DPRA Dahlan Djamaluddin tetap melanjutkan sidang sesuai dengan agenda yang sudah disusun. Semua peserta sidang menyatakan setuju bila DPRA membentuk pansus dan membatalkan MoU proyek multi years antara Pemerintah Aceh dan DPRA periode lalu.


Setelah palu diketuk, Ketua Fraksi PPP Ihsanuddin setelah palu diketuk, meminta izin bicara. Dia mengatakan menolak perihal penganggaran untuk proyek tahun jamak dibawa ke paripurna.


“Fraksi PPP menyatakan menolak pembatalan proyek multiyears dibawa ke paripurna,” kata Ihsanuddin.


Pun demikian Fraksi Partai Kabah itu sepakat dengan pembentukan pansus. Hal itu dibuktikan dengan dikirimnya nama-nama anggotanya sebagai tim pansus.


Adapun ke-12 proyek tersebut yang dobatalkan oleh DPRA pada Rabu (22/7/2020), yaitu Pembangunan dan Pengawasan Jalan Jantho-Batas Aceh Jaya; Pembangunan dan Pengawasan Jalan Sp Tiga Redelong Pondok Baru Samar Kilang; Pembangunan dan Pengawasan Peningkatan Jalan Peureulak Lokop Batas Gayo Lues; Pembangunan dan Pengawasan Peningkatan Jalan Batas Timur Pining Blangkejeren; Pembangunan dan Pengawasan Jalan Batas Aceh Timur Kota Karang Baru; Pembangunan dan Pengawasan Jalan Blangkejeren Tongra Batas Aceh Barat Daya; Pembangunan dan Pengawasan Jalan Babah Roet Batas Gayo Lues; Pembangunan dan Pengawasan Jalan Trumon Batas Aceh Singkil; Pembangunan dan Pengawasan Jalan Batas Aceh Selatan Kuala Baru Singkil Telaga Bakti; Pembangunan dan Pengawasan Jalan Sinabang Sibigo; Pembangunan dan Pengawasan dan Pengawasan Jalan Nasreuhe Lewak – Sibigo; dan Pembangunan dan Pengawasan Bendung Daerah Irigasi Sigulai Kabupaten Simeulue. Total keseluruhan Rp2.658.431.261.000.[]

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini