ads


ACEHTREND.COM, Blangpidie – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Nurdianto menyebutkan, proyek multiyears atau tahun jamak yang direncanakan oleh Pemerintah Aceh merupakan solusi peningkatan ekonomi masyatakat di daerahnya. Program tersebut kata dia sudah semestinya diwujudkan.


“Proyek multiyears itu sangat penting untuk diwujudkan. Apalagi program proyek multiyears yang direncanakan di Abdya,” ungkap Nurdianto kepada awak media, Rabu (22/7/2020).


Oleh sebab itu, dirinya mendukung penuh Pemerintah Aceh untuk melanjutkan proyek multiyaers tersebut.


“Dalam program proyek multiyears itu, di Abdya akan dibangun jalan penghubung antara Kabupaten Abdya dengan Gayo Lues. Jalan penghubung ini di samping sudah menjadi harapan masyarakat, juga sebagai akses ekonomi antarkabupaten. Intinya, jalan ini merupakan urat nadi bagi masyarakat untuk memudahkan transportasi mereka dalam menghidupkan dan mengembangkan ekonomi mereka,” ujarnya.


Nurdianto menjelaskan, jika jalan penghubung antarkabupaten tersebut dapat diwujudkan dalam proyek multiyears, maka jarak tempuh antarkabupaten bisa normal dan memudahkan masyarakat di dua daerah itu mengembangkan potensi ekonomi di daerah masing-masing.


Proyek multiyears yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) Pemerintah Aceh telah dilakukan perencanaan untuk penanganan peningkatan 11 ruas jalan prioritas di beberapa wilayah Aceh untuk mengotimalkan dana otonomi khusus.


Oleh sebab itu, Nurdianto berharap kepada Gubernur Aceh dan DPRA untuk tidak membatalkan proyek multiyears itu, karena program pembangunan infrastruktur ruas jalan antarkabupaten itu sangat dibutuhkan.


“Di samping dapat meningkatkan roda perekonomian masyarakat juga dapat diakses warga man apun saat berkunjung silaturahmi dengan sanak saudara mereka. Intinya proyek multiyears ini sebagai upaya untuk membangun perekonomian di daerah-daerah pedalaman Aceh, makanya saya sangat mendukungnya, karena program ini salah satu bentuk pemerataan pembangunan di Provinsi Aceh,” pungkasnya.


Adapun 11 ruas jalan yang masuk dalam prioritas Pemerintah Aceh tahun 2020 yaitu,ruas jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues, sepanjang 107,30 kilometer; ruas jalan batas Aceh Timur-Pining-Blangkejeren, sepanjang 61,42 kilometer; ruas jalan Blangkejeren-Tongra-batas Aceh Barat Daya, sepanjang 90, 15 kilometer;ruas jalan Babah Rot-batas Gayo Lues, sepanjang 27, 57 kilometer.


Selanjutnya ruas jalan Jantho-Lamno batas Aceh Jaya, sepanjang 66, 33 kilometer; ruas jalan Simpang Redelong-Pondok Baru-Samar Kilang, sepanjang 57, 08 kilometer; ruas jalan batas Aceh Timur (Simpang Jernih)-Karang Baru, Aceh Tamiang, sepanjang 43, 52 kilometer; ruas jalan Trunom-batas Aceh Singkil, sepanjang 51, 42 kilometer; ruas jalan batas Aceh Selatan-Kuala Baru-Singkil Telaga, sepanjang 44, 93 kilometer; ruas jalan Sinabang-Sibigo, sepanjang 92, 64 kilometer; dan ruas jalan Nasreuhe-Lewak-Sibigo, sepanjang 129, 42 kilometer.


Pembangunan ruas jalan tersebut rencananya dimulai tahun ini dan direncanakan selesai pada 2022.


Terkait proyek multiyears ini, Ketua Panitia Khusus Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) DPRA, Geuchik Khalili mengatakan, ada prosedur penganggaran yang dinilai tak sesuai mekanisme. Pihaknya menengarai, proyek multiyears itu tidak dibahas di komisi dan tidak dilanjutkan pembahasannya ke badan anggaran, serta tidak diqanunkan.


“Kemudian tidak dilanjutkan juga dalam paripurna, jadi proyek itu bukan hasil keputusan dari paripurna malah itu jelas-jelas proyek multiyear ini yang menjadi polemik, hal terjadi karena kesepakatan dari para pimpinan yang (periode) dahulu,” katanya kepada aceHTrend, Selasa (21/7/2020).


Dalam hal ini kata Khalili, DPRA bukan ingin membatalkan proyek tersebut sebagaimana polemik yang berkembang, pihaknya tetap berharap agar proyek itu terealisasi, tetapi sesuai dengan mekanismenya.


“Saya pikir itu ketidakpahaman atau miskomunikasi saja, mereka berpikir yang kita batalkan jalan, padahal tidak, yang kita batalkan adalah tata caranya itu dan kita baru minta juga pada Pemerintah Plt Gubernur untuk melanjutkan ini dengan cara yang benar,” sebutnya.[]


Laporan Masrian Mizani | Taufan Mustafa


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini