ads


Perubahan masjid Al Ahmar di distrik Safed, wilayah Palestina yang diduduki Israel, menjadi bar kembali ramai disorot belakangan ini, terutama setelah Turki mengembalikan fungsi situs bersejarah Hagia Sophia dari museum menjadi masjid.


Israel sebenarnya telah mengubah masjid Palestina yang dibangun di abad ke-13 itu menjadi bar dan gedung resepsi pernikahan pada April 2019 lalu.


Dibangun pada 1276, Masjid Al Ahmar merupakan salah satu masjid bersejarah yang dikenal akan nilai historis dan model arsitekturnya yang langka.


“Masjid Al Ahmar dinamakan seperti itu karena batu merahnya. Masjid ini memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang langka karena didirikan oleh Mameluke Sultan Al Daher Baibars pada 1223-1277,” kata seorang sejarawan sekaligus warga lokal Safed, Mustafa Abbas, seperti dilansir Gulf News.


Dikutip Middle East Monitor, Masjid Al Ahmar merupakan salah satu masjid paling bersejarah di Timur Tengah.


Masjid itu pernah mengalami beberapa kali perubahan terutama sejak Israel terbentuk, menjajah, dan menduduki sebagian wilayah Palestina termasuk Safed pada 1948.


Israel pernah menjadikan masjid Al Ahmar sebagai sekolah Yahudi. Pada 2006, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor pusat kampanye Partai Kadima yang dibentuk Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.


Sebelum difungsikan sebagai bar atau kelab malam, bangunan masjid tersebut sempat digunakan sebagai gudang pakaian.


Selain berubah fungsi, Israel turut mengubah nama bangunan tersebut dari Al Ahmar menjadi Khan Al-Ahmar.


Israel kerap diduga berupaya menghilangkan situs-situs Islam bersejarah Palestina secara sistematis dengan tujuan melenyapkan identitas Palestina, terutama di wilayah-wilayah yang mereka duduki saat ini.


Selain Masjid Al Ahmar, salah satu masjid bersejarah di Safed yakni Masjid Yunani atau Greek Mosque juga mengalami nasib serupa. Israel mengubah fungsi masjid yang dibangun pada 1319 itu menjadi pusat galeri seni dan dilarang digunakan sebagai tempat salat.


Masjid Al Ahmar kembali disorot lantaran sejumlah pihak menganggap dunia Barat saat itu tutup mata dengan tindakan Israel yang mengubah tempat ibadah umat Islam tersebut menjadi tempat hiburan.


Sementara itu, respons berbeda terlihat dari sejumlah negara Barat terkait perubahan fungsi Hagia Sophia di Istanbul.


Sejumlah negara Barat seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, Rusia, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memprotes langkah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terhadap Hagia Sophia, yang dinilai mengancam nilai peradaban yang melekat pada Hagia Sophia.


Paus Fransiskus di Vatikan hingga komunitas Gereja Kristen Ortodoks bahkan menyatakan penyesalan atas perubahan status Hagia Sophia yang pernah berfungsi sebagai katedral.[] Sumber : CNNIndonesia


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini