ads


ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh menerima dokumen rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2021 yang diajukan oleh Pemerintah Aceh.


Dokumen tersebut diterima langsung Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin, yang diserahkan Asisten III Sekda Aceh, Bukhari, dalam rapat paripurna dewan di Gedung Utama DPRA, Jumat (24/07/2020).


Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin dalam sambutanya mengatakan, penyampaian KUA-PPAS ini sesuai dengan Pasal 169 Ayat 1 Peraturan DPR Aceh Nomor 1 Tahun 2019 tentang Tata Tertib DPRA yang menetapkan bahwa DPRA membahas rancangan KUA-PPAS tahun anggaran berikutnya yang disampaikan oleh kepala pemerintah dalam rapat paripurna.


Sementara Asisten III Pemerintah Aceh, Bukhari, menjelaskan dokumen Rancangan KUA dan Rancangan PPAS yang disampaikan ini memuat gambaran kondisi ekonomi makro termasuk perkembangan indikator ekonomi makro daerah, asumsi dasar penyusunan APBA tahun anggaran2021.


“Termasuk laju inflasi, pertumbuhan PDRB dan asumsi lainnya berkenaan dengan kondisi ekonomi Aceh, kebijakan pendapatan Aceh, kebijakan belanja Aceh, serta kebijakan pembiayaan yang menggambarkan sisi defisit dan surplus anggaran Aceh,” kata Bukhari.


Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Tahun Anggaran 2021 disusun berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Aceh (RKPA) Tahun 2021 sebagaimana tercantum dalam Peraturan Gubernur Aceh Nomor 42 Tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah Aceh Tahun 2021.


RKPA Tahun 2021 tersebut disusun berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 40 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021.


RKPA Tahun 2021 merupakan penjabaran RPJM Aceh Tahun 2017-2022 serta berpedoman pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 dan Program Strategis Nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat. RKPA Tahun 2021 memuat rancangan kerangka ekonomi Aceh, prioritas pembagunan Aceh, rencana kerja dan pendanaan tahun 2021, serta kebijakan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Aceh.


Penyusunan RKPA Tahun 2021 dilakukan melalui pendekatan politik, teknokratik, partisipatif, bottom-up dan top-down serta melalui proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Aceh.


Menurutnya, penyusunan Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Tahun Anggaran 2021 dilakukan untuk mencapai tujuan pembangunan Aceh berdasarkan empat perioritas RKPA yaitu mendorong pemulihan agroindustri dan pemberdayaan UMKM, peningkatan sumber daya manusia yang berdaya saing, penguatan ketahanan dan kemandirian pangan; dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.


“Empat program prioritas tersebut juga telah diselaraskan dengan lima belas program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh Periode 2017 – 2022,” kata jelas Bukhari.


Bukhari juga menjelaskan dalam Rancangan KUA dan Rancangan PPAS Tahun Anggaran 2021, Pemerintah Aceh merencanakan pendapatan Aceh sebesar Rp14.006.275.954.424 dan belanja Aceh sebesar Rp14.841.275.954.424, serta pembiayaan Aceh sebesar Rp835.000.000.000.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini