ads


ACEHTREND.COM, Xinjiang, Tiongkok- Pemerintah Daerah Otonomi Xinjiang, Republik Rakyat China, menutup kembali ibukotanya, Urumqi, setelah ditemukannya kembali warga yang terjangkit Covid-19. Demikian dilaporkan oleh South China Morning Post, Jumat (17/7/2020). Menurut laporan media tersebut, wisatawan terdampar tanpa bisa melakukan tindakan apapun. Warga tempatan mulai sibuk berbelanja bahan makanan. Orang-orang yang pernah berkunjung ke Urumqi, ditolak masuk ke kawasan lain di Xinjiang.


Keputusan penutupan ibukota Xinjiang, setelah otoritas setempat menemukan kembali satu pasien Covid-19 lokal serta tiga kasus lainnya yang tanpa gejala. Dengan gerak cepat, pemerintah kota dengan jumlah penduduk 3,5 juta jiwa itu, menghentikan operasional jalur kereta api bawah tanah pada Kamis malam serta membatasi kedatangan dan keberangkatan melalui bandara.


Melihat langkah cepat pemerintah yang dipimpin oleh Partai Komunis China, warga pun panik dan segera mnyerbu pusat perbelanjaan untuk membeli bahan makanan. Sejumlah komplek perumahaan di sana pun mulai melakukan penutupan lokal.


Komite Partai Komunis Xinjiang menyebutkan, mereka akan dengan tegas melakukan pemotongan saluran transmisi, memperkuat kontrol di ruang publik, serta melakukan screening ketat di berbagai fasilitas kesehatan.


Informasi yang dihimpun oleh South China Morning, pemerintah curiga bila muncul kembali Covid-19 di kawasan itu, setelah seorang pengusaha dari Urumqi melakukan perjalanan ke Provinsi Zhejiang di timur. Perjalanan itu dilakukan dalam rangka melakukan tes corona pada hari Selasa lalu. Lelaki tersebut dikonfirmasi sebagai orang dengan tanpa gejala. Pada Kamis sore, komisi kesehatan Xinjiang mengumumkan ada kasus baru coronavirus lokal, seorang wanita berusia 24 tahun yang bekerja di ritel, mengalami sakit tenggorokan pada Jumat lalu dan dikirim ke rumah sakit melalui ambulans.


Sebelum kasus terbaru itu muncul, Komisi Kesehatan Zhejiang memposting di Weibo bahwa selama 149 hari tidak ada lagi kasus Covid-19 di sana. Postingan tersebut kini telah dihapus setelah munculnya kasus tersebut.


Jumat dinihari, Pemerintah Xinjiang melaporkan telah terjadi lima infeksi tambahan dan delapan kasus tanpa gejala, semuanya di Urumqi. Tambahan kasus tersebut meningkatkan jumlah kasus tanpa gejala menjadi 11. Kasus-kasus baru semuanya berasal dari mereka yang berada dalam pengamatan medis. []


Editor: Muhajir

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini