ads


ACEHTREND.COM, Blangpidie – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim, sangat marah saat mendengar laporan dari petani bahwa ongkos bajak sawah dengan traktor 4WD milik pemerintah daerah setempat dinaikkan dari Rp600 ribu menjadi Rp800 ribu per hektare.


Tak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Abdya tersebut langsung meminta Kadis Pertanian untuk menelusuri oknum operator yang menaikkan harga bajak sawah tersebut.


“Kenapa bisa begitu Pak Kadis Pertanian, jelaskan siapa operator traktor yang telah menaikkan ongkos bajak itu. Tolong telusuri dalam dua hari ini harus dapat, saya ingin pecat dia,” tegas Bupati Akmal, Jumat (17/7/2020).


Pernyataan tersebut disampaikan bupati setelah mendengar laporan dari petani dalam musyawarah turun ke sawah musim tanam (MT) II gadu di Balai Penyuluhan Pertanian, Kecamatan Blangpidie, Jumat (17/7/2020).


Saat berlangsungnya musyawarah tersebut, salah seorang petani dari Kecamatan Babahrot, menanyakan kepada Bupati Akmal Ibrahim tentang aturan ongkos bajak sawah dengan menggunakan traktor 4WD milik pemerintah daerah.


“Pak Bupati, saya mau bertanya sedikit. Di daerah saya pernah terjadi kalau ongkos garap sawah dengan traktor 4WD, pertama diambil Rp600 ribu per hektare. Kemudian garap kedua ongkosnya dinaikkan menjadi Rp800 ribu per hektare. Apa aturannya memang begitu, Pak?” tanya petani tersebut.


Saat mendengar pertanyaan itu, bupati Akmal seketika langsung marah, sebab selama ini Pemkab Abdya tidak pernah memerintahkan Dinas Pertanian ataupun pengelola traktor pemerintah untuk menaikkan ongkos garap lahan sawah masyarakat.


“Ini Kepala Dinas Pertanian yang jawab, kenapa begitu, pengelola traktor jawab yang tepat. Ini tidak boleh terjadi. Saya tidak pernah instruksikan ini. Siapa yang melakukannya harus didapat, saya ingin pecat dia,” tegasnya.


Akmal juga mengingatkan operator dan pengelola traktor milik pemerintah agar tidak main-main dengan ongkos garap lahan sawah petani, jika terbukti menaikkan biaya dil uar ketentuan, maka risikonya harus ditanggung sendiri, dan dipecat dari operator ataupun pengelola.


“Untuk membantu petani, saya sengaja menetapkan ongkos garap lahan sawah di Kabupaten Abdya ini termurah di Indonesia, yakni Rp600 ribu per hektare. Di luar sana itu rata-rata Rp1.200,000 per hektare,” pungkas Akmal Ibrahim.


Dalam musyawarah turun ke sawah tersebut turut hadir, Dandim 0110, Letkol CZI Ridha Has, Kapolres AKBP Muhammad Nasution SIK, Kejari Nilawati, Kepala Dinas Pertanian, Nasruddin, Mantri Tani, Penyuluh dan ratusan Keujruen Blang di Kabupaten Abdya.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini