ads


ACEHTREND.COM, Redelong – Sebanyak 13 puskesmas di seluruh Kabupaten Bener Meriah ditutup sementara menyusul adanya sejumlah tenaga medis dan masyarakat di daerah tersebut dinyatakan positif terkena Covid-19. Kebijakan ini diambil untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 di kabupaten itu secara masif, walaupun tidak seluruh tenaga kesehatan di puskesmas tersebut terinfeksi Covid-19.


“Untuk sementara 13 unit pelayanan puskesmas ditutup sementara, hanya melakukan pelayanan terbatas bersifat gawat darurat atau emergency,” kata Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah, Iswahyudi, saat dikonfirmasi aceHTrend, Kamis (30/7/2020) malam.


Iswahyudi mengatakan, jika ada warga yang ingin berobat dan sakitnya tidak terlalu parah, diarahkan untuk langsung berkonsultasi dengan menghubungi perawat dan dokter. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi penyebaran virus korona di Bener Meriah.


Lanjutnya, yang terkonfirmasi positif korona di Bener Meriah sudah mencapai 29 orang sesuai hasil swab yang sudah keluar dan empat lagi belum keluar hasilnya. Dari jumlah tersebut termasuk tenaga medis.


Iswahyudi juga menyebutkan, ada satu desa di Bener Meriah yang seluruh warganya tidak diperkenankan melakukan salat Iduladha karena dikhawatirkan sudah terpapar Covid-19. Mereka juga tidak diperkenankan untuk melaksanakan salat Id di tempat lain.


“Untuk saat ini kita terus melakukan tracing orang-orang yang pernah kontak erat dengan dokter dan pasien yang terkonfirmsi positif corona untuk didata. Kemudian, dilakukan pendataan untuk dilakukan pengambilan swab,” katanya.[]


Editor : Ihan Nurdin

ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini