ads



Lhoksukon-Aceh, Tribunbarat.com. Negara Indonesia dalam kondisi "Darurat Narkoba". Masifnya eskalasi penyalahgunaan narkoba dewasa ini tidak hanya di kalangan orang dewasa, melainkan sudah merambah ke usia sekolah, dan bahkan celakanya mulai meluas sampai ke pelosok desa. Hal itu disampaikan oleh Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP. Fakhrurrozi, S.H melalui staf seksi Rehabilitasi, Muhammad Ardabili, SKM dalam suatu kesempatan penyuluhan dan pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba kalangan generasi muda yang bertajuk "Ayoo Pemuda, Perangi Narkoba Di Bumoe Serambi Mekkah" berlangsung pada Selasa (19/11) di Gedung Panglateh Kota Lhoksukon.


Saat dimintai keterangan media ini, BNN Kota Lhokseumawe menuturkan bahwa sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan baik organisasi pemerintah maupun ormas untuk bersama sama menyelamatkan generasi bangsa, khususnya pemuda sebagai penerus masa depan bangsa dari kehancuran akibat kecanduan barang haram tersebut, "kenapa kita tergiur untuk pakai narkoba, perlu introspeksi diri kita mungkin ada yang salah dalam pola kehidupan kita", sergah mantan Penyuluh Narkoba ini setengah menggugat.


Impres nomor 6 tahun 2018, sambung pria asli Aceh Utara ini, telah secara tegas mengamanatkan bahwa Bapak Presiden memerintahkan agar semua K/L baik pusat maupun daerah untuk ambil bagian terkait Rencana Aksi Nasional P4GN. Harapan kita agar seluruh elemen masyarakt dapat menindaklanjuti Impres ini guna meningkatkan daya tangkal masyarakat serta meminimalisir angka penyalahgunaan dan/atau peredaran gelap narkoba.


Pun demikian, bila hadirin yang hadir disini (peserta) menemukan ada yang telah menjadi pecandu, berkenan dapat melapor ke BNN Kota Lhokseumawe untuk mendapatkan layanan konseling dan rehabilitasi, "jangan malu untuk melapor, tidak ditangkap, justru kita akan pulihkan sejauh tidak tersangkut masalah hukum", pungkas alumni Akfis Wiratama Sumbar ini. (Om Bil)


ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini