ads





Tribunbarat.com - Bagian dari perhatian pemuda untuk mengingat sejarah yg dikelar kerajaan samudra pasai, teungku dilhokseumawe diperkirakan hidup dan menjadi syuhada dalam perang kaum muslimin pada abad ke 14 (1398 m).

Teungku Lhokseumawe  juga dianggap sebagai ulama yang membangung pusat kota lhokseumawe kunu di sepanjang sungai cunda(gampong banda masen).

 Kawasan ini dijadikan sebagai kota pelabuhan dan pelayaran para mualim kerajaan samudra pasai abad ke 13 dan 14 M.  Nama teungku dilhokseumawe saat ini di tambalkan sebagai nama kota lhokseumawe.

Kegiatan ini menjadi peratian pemuda dan masyarakat lhokseumawe. Gembi IAIN( Generasi baru indonesia ) MOSA (Modal Bangsa Arun) Pelisa (Pemuda Peduli Sejarah) dan aktivis permehati sejara Islam...

 Inisiatif ini terjadi karna mengingat kurang nya perhatian masyarakat terhadap sejarah para2 syuhada yang sudah menyumbangkan pikiran dan ilmu nya untuk kota ini kata Azhari T Ahmadi  selain itu juga ikut masyarakat gampong banda masen dan dinas sosial lhokseumawe ibu lina

...mari bersinergi membangun kota kita dalam ber educasi pada sejarah yang sudah membangun kita lhokseumawe yang lebih bermartabat.. Untuk kedepan harus terus menggali ilmu tentang perlunya mengingat sejarah2 agar generasi tidak lupa pada sejarah nya.. Tutur Azhari t ahmadi, Juga pengurus karang taruna teungku lhokseumawe.


ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini