ads



Tribunbarat.com, Lhokseumawe-Aceh. (22/08/19). Industri kopi yang merebak dan berkembang sedemikian luasnya membuat banyak orang mendadak jatuh cinta dengan ‘si hitam nikmat’ ini. Antusiasme masyarakat (khususnya anak muda) terhadap kopi memberi geliat menyenangkan di Era Gelombang Ketiga. Tapi sayangnya, kopi kini dianggap sebagai tren yang mengusung embel-embel ‘keren’ semata. Padahal kopi adalah proses, ritual dan sebuah perjalanan panjang yang tak sekedar masalah kekinian.


Pecinta kopi sejati tak hanya menikmati hasil akhir pada cangkir, tetapi mendukung proses kopi dan yang terlibat dari hulu ke hilir. Pecinta kopi sejati berteman baik dengan para petani, mendukung kopi lokal, mendukung kedai kopi lokal serta memiliki relasi luas dengan siapapun yang terlibat di industri kopi. Mereka juga paham benar bahwa membenahi industri kopi Indonesia masih banyak sekali yang harus dikerjakan. Di sini dia mengambil tempat tak hanya sebagai peminum, tetapi juga bagian yang turut serta memajukan kopi di Indonesia.



Kopi merupakan salah satu hasil perkebunan di dataran tinggi Gayo, Aceh yang sudah dikenal sejak lama. Berbagai jenis kopi dihasilkan di sini. Salah satunya adalah ARABICA Coffee branding Permata Atjeh Premium Class. Disamping mengurusi masalah HIV/AIDs, Narkoba, Disabilitas serta Pengurangan Dampak Bencana Non Alam, Yayasan Permata Atjeh Peduli juga berwira usaha yang bermitra dengan masyarakat petani pedalaman Aceh itu. 
"Kita punya unit produksi yang didalamnya terlibat para mantan pecandu", beber Direktur YPAP, Chadir. Ia melanjutkan, pihaknya telah berkomunuikasi sekaligus meminta kesediaan Kemensos untuk dipamerkan di Stand Kementrian. "Alhamdulillah sudah (bicara), dan kita mendapat akses itu", sambung Chaidir sembari menargetkan sekira 3000 pcs terjual perbulannya.

Kopi dengan komposisi biji kopi arabica gayo murni, sebesar 20 % keuntungan ini akan disumbangkan untuk pengembangan Panti Rehabilitasi Narkoba, ODHA, Disabilitas dan warga Marjinal lainnya. "sukses di pasaran domestic, ke depan kita akan expansi ke luar, Malaysia misalnya", pungkas Chaidir sambil menyebut rumah produksi Yayasan Permata Atjeh Peduli,  ypap.or.id (Om Bil).
ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini