Tribunbarat.com, Lhokseumawe-Aceh. Pentingnya menyebarluaskan informasi tentang upaya rehabilitasi, agar penyalahguna dan/atau korban penyalahguna narkoba dapat diminimalisir di masyarakat. Oleh karena demikian, BNN Kota Lhokseumawe secara rutin melaksanakan kegiatan Diseminasi Informasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui Dialog Interaktif dalam programa satu RRI Lhokseumawe pada Kamis (11/07/19). Dialog yang dimulai pada pukul 20.00 s/d 21.00 WIB kali ini mengambil Tema "Pertumbuhan Lembaga Rehabilitasi di Kota Lhokseumawe" dipandu oleh Presenter Diana dan Bobby.

Kepala BNN Kota, AKBP. Fakhrurrozi, S.H melalui Kepala Seksi Rehabilitasi, Sri Azni, M.Psi saat diwawancarai jurnalis Tribunbarat.com menjelaskan tentang pertumbuhan lembaga-lembaga Rehabilitasi di Kota Lhokseumawe yang dimulai sejak tahun 2015 dengan beroperasi Klinik Pratama BNN Kota Lhokseumawe. Sri yang bertindak sebagai narasumber tersebut melanjutkan, bahwa pada tahun 2016 BNN Kota Lhokseumawe mulai melakukan pemetaan lembaga komponen masyarakat (LRKM). "hingga saat ini di Kota Lhokseumawe telah hadir 2 LRKM, yaitu Klinik Mitra Keluarga dan YPAP", sambung Sri merincikan.


Lebih jauh, Sri yang juga berprofesi sebagai Psikolog menambahkan, pertumbuhan LRIP (Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah, red) juga mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir ini, setelah pihaknya intens melakukan koordinasi dengan pihak terkait. "Alhamdulillah saat ini sudah ada 3 LRIP yang siap memberikan layanan Rehabilitasi rawat jalan, diantaranya Puskesmas Muara Dua, Puskesmas Muara Satu dan Puskesmas Mon Geudong", beber Cici, sapaan akrab Sri Azni.

Pada bagian akhir, Cici menyimpulkan bahwa dari beberapa lembaga Rehabilitasi tersebut (LRIP dan LRKM) terdapat 5 lembaga yang memberikan layanan Rawat Jalan Medis dan 1 lembaga yang memiliki fasilitas Rawat Inap Sosial. Selain berusaha meningkatkan kualitas layanan lembaga rehabilitasi, BNN Kota Lhokseumawe juga senantiasa mengajak  masyarakat dan instansi pemerintah di Kota Lhokseumawe untuk mendukung sekaligus berpartisipasi dalam melahirkan lembaga-lembaga baru khususnya yang menyediakan layanan Rawat inap. Dengan bertambahnya lembaga Rehabilitasi, diharapkan dapat membantu masyarakat mengakses layanan rehabilitasi. Diharapkan pula pemahaman masyarakat tentang Rehabilitasi semakin meluas agar penyalahguna mendapatkan bantuan sedini mungkin sehingga proses pemulihan semakin maksimal, semoga (Om Bil).
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini