Tribunbarat.com, Lhokseumawe - Aceh. Sejumlah 251 murid Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Bunayya Lhokseumawe mengunjungi BNN Kota Lhokseumawe untuk mendapatkan pengetahuan tentang bahaya narkoba pada Senin (15/07/19). Kehadiran mereka didampingi oleh dewan guru menggunakan transpotasi umum pada pukul 09.30. WIB setelah sebelumnya pihak sekolah telah meminta izin dengan mengirimkan surat permohonan kunjungan.


Kepala SDIT Bunayya Lhokseumawe, Yusmadi, S.Pd, M.Pd melalui Wakil Kurikulum, Fany Aulia, S.E kepada Tribunbarat.com menuturkan bahwa pihaknya sangat berterima kasih kepada pimpinan BNN Kota Lhokseumawe yang telah mengizinkan anak didiknya hadir langsung ke lembaga resmi penanggulangan bahaya narkoba untuk mendapatkan masukan dan tambahan informasi terkait bahaya, jenis narkoba serta langkah antisipasi yang harus dilakukan para murid guna terhindar dari bahaya penyalahgunaan dan/atau korban penyalahgunaan narkoba. "Alhamdulillah, hari ini kami beserta ratusan anak didik bisa diterima disini (BNN, red) untuk melihat langsung kantor BNN dan bertemu dengan para personil BNN", sebut Fany. Ia melanjutkan, dengan kunjungan ini sedianya akan menambah cakrawala berfikir anak-anak agar mereka tidak mudah terpengaruh dengan bujuk rayu para pengedar dan bandar narkoba yang mulai menyasar anak usia sekolah", Fany berharap.


Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP. Fakhrurrozi, S.H melalui Plh. Kepala, Sri Azni, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi inisiatif jajaran SDIT yang mengikutsertakan para murid sekolahnya untuk mendengarkan langsung presentasi bahaya penyalahgunaan narkoba yang disampaikan oleh Tim Penyuluh Narkoba BNN. "kami menayangkan film dokumenter Adit Sopo Jarwo agar anak didik bisa dengan mudah mencerna informasi tentang bahaya narkoba", sebutnya.


Di hadapan para murid SDIT, salah satu Tim Penyuluh Narkoba, Awirda Fahmi, S.H menjelaskan bahwa penggunaan narkoba hanya dilegalkan untuk tujuan tertentu, seperti pengobatan, penelitian dan pengembangan ilmu pengetahunan saja, rinci Wirda. Ia melanjutkan, narkoba akan sangat berbahaya bila dipergunakan secara melawan hukum, "kita bisa menjadi gila, prestasi sekolahpun akan menurun, tentu adik-adik saya ini tidak maukan", urai Wirda sembari menunjukkan beberapa jenis narkoba kepada anak didik.


Kegiatan kunjungan wisata edukasi ini berlangsung hingga pukul 11.15 WIB diakhiri dengan penyerahan leaflet tanda terima kasih.
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini