ads



Tribunbarat.com, Lhokseumawe-Aceh. Untuk mewujudkan dunia usaha/ kalangan swasta bersih narkoba (BERSINAR), BNN Kota Lhokseumawe melaksanakan kegiatan workshop instansi swasta dalam bentuk pelatihan dan pembinaan penggiat anti narkoba yang bertempat di Aula Hotel Diana Kota Lhokseumawe pada Selasa (30/07/19). Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari pimpinan beserta staff perusahaan di wilayah Kota Lhokseumawe.


Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP. Fakhrurrozi, S.H dalam paparannya menegaskan pentingnya upaya dan strategi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di instansi swasta. Fakhrurrozi juga menambahkan, pihak swasta harus berpartisipasi dalam mensukseskan program "Zero Narkoba" di internal perusahaannya dengan membuat kebijakan pemeriksaan urine rutin kepada karyawannya. "produktifitas perusahaan akan meningkat bila karyawan dalam kondisi sehat dan tidak sebagai pecandu narkoba", timpalnya. Pamen Polri aktif ini juga berharap agar seluruh instansi swasta dapat melaksanakan tes urine di setiap penerimaan karyawan baru ataupun yang sudah menjadi karyawan, hal ini dimaksudkan sebagai langkah proteksi diri dan deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkoba.


Untuk menambah wawasan dan membentuk sikap anti narkoba bagi peserta dalam kegiatan workshop instansi swasta melalui pelatihan dan pembinaan penggiat anti narkoba ini, panitia juga menghadirkan nara sumber dari praktisi lain. Psikolog Azwar, S.Psi, M.Psi, C.Ht, MNLP menjadi pemateri pada sesi kedua. Ia membahas tentang aspek mental bagi pekerja dalam melaksanakan rutinitas kesehariannya dengan kondisi sehat dan prima. "tidak akan menghasilkan karya-karya besar seorang pekerja bila ia dalam kondisi labil emosi" ingat Azwar.


Sesi ketiga, materi disajikan oleh Muhammad Iqbal, S.STP. Iqbal yang juga Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Kota Lhokseumawe membawakan materi dengan judul "optimalisasi peran serta instansi swasta dalam upaya P4GN". Iqbal melanjutkan, setelah terbentuknya penggiat anti narkoba di kalangan swasta, agar tetap selalu berkoordinasi dengan BNN Kota Lhokseumawe dalam melaksanakan kegiatan rencana aksi seperti : melakukan penyuluh bahaya narkoba, tes urine, melaksanakan PKS dengan BNN kota Lhokseumawe dalam P4GN serta menciptakan penggiat anti narkoba, timpal alumni STPDN ini. 


Di akhir kegiatan, Kepala BNN Kota Lhokseumawe menyerahkan sertifikat Penggiat Anti Narkoba kepada seluruh peserta yang diwakili oleh 2 orang peserta kegiatan (Om Bil).
ads
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini