TRIBUNBARAT.COM - Pada Hari Selasa 10 April 2018 YPAP bersama Dinkes Bireuen Memfasilitasi Pertemuan Lintas Sektoral untuk mendiskusikan pengendalian HIV/AIDS di kabupaten Bireuen, hal ini perlu dilakukan karena mengingat jumlah kasus terus meningkat sejak akhir 2017 hingga Awal April 2018 ada temuan 8 kasus baru baik yang ditemukan di Klinik VCT RSUD Fauziah, Poli VCT Puskesmas Peudada maupun yang ditemukan di rumah sakit Swasta di Kabupaten Bireuen.

Dikarenakan meningkatkan kasus beberapa bulan terakhir YPAP bersama Dinkes Bireuen P2P menginisiasikan untuk diskusi lintasi Sektor untuk membahas kendala yang dihadapi klinik VCT baik ditingkat puskesmas peudada maupun di rumah sakit Fauziah Bireuen sebagai dua instansi yang memiliki layanan program VCT dikabupaten Bireuen, acara ini dibu langusng oleh dr. Amir Addani, M. Kes kepala dinas kesehatan Bireuen dalam hal ini yang diundang adalah instansi yang berperan penting dalam pengendalian hiv/aids yaitu diantaranya :

·         Dinas Kesehatan P2P Kabupaten Bireuen
·         Dinas Sosial
·         Konselor dan Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Fauziah Bireuen
·         Puskesmas yang Ada layanan VCT dalam Kabupaten Bireuen [PKM Peudada]
·         Bapedda Bireuen [Bidang Kesehatan]
·         Tokoh Masyarakat Pemerhati HIV/AIDS
·         BPJS Kabupaten Bireuen
·         LSM [Tanoh Rencong Aceh]
·         LSM [Yayasan Permata Atjeh Peduli]

Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk,  mengetahui perkembangan Poli Melati RSUD Fauziah Bireuen dan Klinik VCT PKMr Peudada, Melakukan Singkronisasi Poli VCT RSUD Fauziah Bireuen,  Klinik VCT PKM Peudada dan LSM Peduli HIV dalam kerangka Kebijakan Dinkes Provinsi Aceh, Memperkuat kemitraan antara Stakholder Pemerintah, LSM dan tokoh Masyarakat Peduli HIV/AIDS.

Hasil hasil yang diharapkan setelah pertemuan ini bisa Terindentifikasinya kendala-kendala yang ada di poli VCT RSUD Fauziah Bireuen dan PKM Peudada terkait program layanan VCT, Disepakatinya Solusi bersama-sama terkait permasalah yang ada selama ini, Adanya Time Frame [Kerangka Waktu] untuk mengeksekusi solusi/kesepakatan kegiatan yang akan dilakukan, Adanya Singkronisasi program HIV/AIDS di Kabupaten Bireuen, Adanya Pertemuan selanjut pada bulan Mei 2018 untuk memastikan RTL-nya dilaksanakan.


Dari pertemuan ini ada beberapa point yang bisa menjadi acuan bersama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Bireuen, khususnya dalam pengendalian HIV di kabupaten Bireuen, yang pertama BPJS kesehatan : BPJS kesehatan kabupaten Bireuen mengatakan pihak penyelengara program layanan VCT baik dipuskesmas dan Rumah sakit, untuk sekarang ini jangan risau lagi karena semua pasien HIV sudah bisa di klaim di BPJS, karena semua pasien yang masuk tentu saya dengan infeksi tertentu, makanya semua pasien Hiv ataupun Aids sudah bisa ditangani dan ditangung oleh BPJS, biasanya pasien hiv masuk dengan infeksi paru, diare atau ganguan kulit, sedangkan untuk pengkodean nya semua masuk ke “kode B” yaitu kategori sakit karena virus. Jadi semua pihak tidak perlu cemas lagi, jelas jelas sekarang sudah bisa di klaim ke BPJS, begitu penjelasan dari BPJS Kesehatan Bireuen yang hadir pada pertemuan tersebut.

Dinas Sosial menyampaikan bahwasanya untuk saat ini dikabupaten Bireuen belum ada anggaran yang dikhususkan untuk ODHA dikabupaten Bireuen, hal ini tentunya kabar buruk bagi kita semua, hal ini disampaikan kasi Resos Dinas Sosial Kabupaten Bireuen Bapak Ali Alchatam dalam pertemuan lintas Sektoral di Aula Pertemuan Dinkes Bireuen. Pak Ali mengharapkan kepada yang mempunyai wewenang supaya tahun 2019 dialokasi secara khsusus untuk saudara kita yang sudah ODHA dikabupaten Bireuen ringan biaya hidupnya.

Bapedda Bireuen menyarankan untuk pertemuan lanjutan supaya di undang juga DPRK supaya mereka tahu permasalahan yang membutuhkan biaya supaya bisa dimasukan diwaktu membahas anggaran kabupaten. Dan Bapedda Bireuen siap mendukung supaya di tahun 2019 kabupaten Bireuen ada alokasi khsuus pengendalian HIV  dari dinas terkait.

dr Mursyidah Alatief yang diundang sebagai tokoh masyarakat pada acara tersebut mengatakan bahwa bagus ada pertemuan seperti ini, tetapi setelah pertemuan harus ada tindak lanjutnya, jangan seperti pertemuan pertemuan sebelumnya, tidak ada RTL yang jelas sehingga seperti sia-sia saja diskusi yang  tidak ada perencanaan setelah pertemuan ini selesai.

Pihak Rumah Umum Daerah Sakit Fauziah Bireuen yang langsung di hadiri oleh Direktur Bapak dr. Mukhtar Mars. Berjanji akan terus meningkatkan layanan VCT di rumah sakit dengan akan segera memperbaiki layanan yang sudah ada, kita pasti akan terus kearah yang lebih baik, semua staff dan dokter serta konselor dan semua tenaga medis RSUDF akan ada renumenasi untuk peningkatan jasa untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, dan juga semua fasilita syang masih kurang akan segera kita tambah supaya lebih lengkap dan sempurna, dan harapan Direktur RSUDF Bireuen agara semua tenaga Medis bekerja professional dan ikhlas dalam melayani masyarakat Bireuen.


Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini