Tribunbarat.com - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akhirnya angkat bicara terkait rencana investasi di atas tanah wakaf Aceh yang berada di Mekah, Arab Saudi.

Dihubungi Serambinews.com melalui telepon dari Banda Aceh, Rabu (14/3/2019), Kepala BPKH, Anggito Abimanyu mengklarifikasi isu yang selama ini berkembang, baik di media nasional maupun media lokal di Aceh.

“Pertama ingin saya jelaskan, tidak ada hak dan tidak ada niat kami untuk mengambil alih pengelolaan tanah wakaf, baik itu tanah wakaf Baitul Asyi maupun tanah wakaf lainnya yang sudah ada ikrarnya,” kata Anggito.

Menurutnya, itu tidak mungkin dilakukan BPKH, karena akan melanggar undang-undang dan syariah.

“Tidak mungkin BPKH bertindak bertentangan dengan undang-undang maupun syariah,” jelas Anggito.

Baca: Haji Uma Surati Nazir Wakaf Aceh di Arab Saudi, Tolak Rencana Investasi Indonesia di Baitul Asyi

Baca: Mantan Wagub Aceh: BPKH tak Kreatif Apabila Ingin Ambil Alih Wakaf Aceh di Mekkah

Baca: Baitul Asyi, Anggito, dan Hikmah Wakaf

Baca: Tanah Wakaf Aceh tak Mungkin Diambil Alih

“Jadi tidak ada itu, tidak ada statemen dari saya atau dari yang lainnya (di BPKH) terhadap pengalihan tanah wakaf,” tambahnya.

Yang ada, lanjut Anggito, BPKH ingin berinvestasi dan mengembangkan dana haji agar memberikan manfaat dan maslahat kepada jamaah haji.

Lebih lanjut ia jelaskan, investasi yang ingin dikembangkan adalah kerja sama dalam pengelolaan hotel yang sudah dibangun di atas tanah wakaf tersebut.

“Kan sudah ada hotel di sana, dan kontrak hotel yang sudah itu akan habis delapan tahun lagi. Kami sudah bicara sama investornya supaya manfaatnya itu lebih banyak sesuai dengan ikrar (Habib Bugak), maka kalau boleh kita bekerja sama, kalau nanti habis kami sudah antre dulu sama nadzirnya, kalau bisa nanti investornya dari Indonesia,” jelas Anggito.

Ia justru heran, kenapa isu ini begitu viral, di saat Indonesia ingin mengembangkan investasi itu.

Padahal, tanah Baitul Asyi itu sudah lebih dulu dikembangkan sama nadzirnya, kenapa dulu tidak pernah dipermasalahkan.

"Kok sekarang orang Indonesia mau mengembangkan justru jadi masalah,” sebutnya.


Selama ini katanya, sudah dikembangkan investasinya oleh investor atau pengusaha Arab.

“Itu kalau investornya Arab kan tidak semua ke Indonesia (hasilnya), nanti kalau kita investasikan manfaatnya kan jamaah haji Indonesia dan tentunya jamaah Aceh,” pungkasnya. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2018/03/14/soal-tanah-wakaf-aceh-di-arab-saudi-bpkh-angkat-bicara-ini-penjelasan-anggito-abimanyu.

Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini