TRIBUNBARAT.COM - YPAP perluas wilayah kerja ke Kota Langsa, salah satu instansi yang di dampingi Puskesmas Kota Langsa untuk memberikan pelatihan Test HIV atas Inisiatif Petugas Kesehatan untuk tenaga medis puskesmas kota langsa, harapannya puskesmas bisa menjadi ujung tombak dalam pencegahan Aids bagi masyarakat yang berkunjung ke puskesmas dalam berobat di poli-poli puskesmas, dengan dibekalinya pengetahuan TIPK kepada petugas kesehatan puskesmas.

Dalam Pelatihan ini juga di hadirkan pemateri dari BNN Kota Langsa AKBP Novri Yulenny, SH.MH yang menyampaikan materi bahaya Narkoba dan relasi Narkoba dengan HIV/AIDS, dalam ulasannya mengatakan bahwa saat ini narkoba sudah sangat meresahkan, baru baru ini saja Di Langsa di tangkap ratusan kilo sabu, Narkoba sangat merusak generasi bangsa terutama remaja.  Jadi perlu perhatian kita semua yang harus kita mulai dari keluarga, dan puskesmas benar-benar menjadi ujung tombak kedua dalam menangani pasien yang mengarah ke jiwa, biasanya jiwa karena narkoba. Jadi jangan segan-segan rujuk ke BNN untuk diberikan program rehabilitasi secara suka rela.

dr.Nurhayati, M.Kes. dalam materi yang disampaikannya menunjukkan data orang yang terinfeksi masih 12 orang Odha yang terdata di dinkes kota Langsa. Tetapi ini jangan membuatkan kita senang, karena masih banyak yang dibelum ditemukan puskesmas di tingkat desa dan kecamatan sehingga seolah-olah masih aman karena sedikit yang posistif, padahal bisa jadi ini karena kita kurang bekerja dalam mendeteksi dini, jadi pelatihan ini memang sangat berguna dalam pendeteksi dini hiv ditingkat puskesmas.


Chaidir Direktur YPAP berterimakasih kepada semua pihak yang membantu terlaksananya ikatan kerjasama untuk dalam mendampingi puskesmas untuk program HIV/aids Di delapan kabupaten Kota di Aceh, Disabilitas dan Narkoba di Kota Langsa, terutama Cariitas Germany dalam mensupport program ini selama dua tahun kedepan.
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini