TRIBUNBARAT.COM - Sidang darurat yang digelar oleh Majelis Umum PBB yang menolak keputusan Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah membuahkan hasil.

Dalam sidang yang digelar di New York pada 21 Desember 2017 waktu setempat, sebanyak 128 negara menolak keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel -- dari total 193 negara anggota PBB.

Sementara itu, 9 negara memilih setuju dan 35 lainnya memilih abstain.

Sebelumnya, resolusi penolakan Yerusalem sebagai ibu kota Israel telah diveto oleh Amerika Serikat dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara pada 18 Desember 2017. Skor saat itu 1 melawan 14. AS tidak dapat memveto resolusi majelis umum.

"Mereka (negara-negara yang dibantu AS) mendapat ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, lalu mereka memberikan suara yang melawan kita. Baiklah, mari kita saksikan pemungutan suara itu. Biarkan mereka memilih untuk melawan kita," ujar Trump pada 21 Desember 2017 waktu Washington.

Presiden ke-45 AS itu menambahkan, "Kita akan banyak berhemat. Kami tidak peduli. Tapi ini tidak akan seperti dulu lagi di mana mereka memilih melawan dan kemudian kita memberi mereka ratusan juta dolar. Kita tidak lagi bisa dimanfaatkan."

Namun, ancaman itu tak membuat sejumlah negara takut untuk menolak pengakuan Donald Trump.

Berdasarkan sidang Majelis Umum PBB, berikut daftar 128 negara yang menolak, 9 negara yang setuju, dan 35 negara yang abstain terhadap keputusan AS yang mengakui Israel sebagai ibu kota Yerusalem.


128 Negara yang Menolak Keputusan AS

  1. Afghanistan
  2. Albania
  3. Algeria
  4. Andora
  5. Angola
  6. Armenia
  7. Austria
  8. Azerbaijan
  9. Bahrain
  10. Bangladesh
  11. Barbados
  12. Belarus
  13. Bergia
  14. Belize
  15. Bolivia
  16. Botswana
  17. Brasil
  18. Brunei Darussalam
  19. Bulgaria
  20. Burkina Faso
  21. Burundi
  22. Cabo Verde
  23. Kamboja
  24. Chad
  25. Chile
  26. China
  27. Comoros
  28. Kongo
  29. Kosta Rika
  30. Cote D'Ivore
  31. Kuba
  32. Siprus
  33. Korea Utara
  34. Denmark
  35. Djibouti
  36. Dominika
  37. Ekuador
  38. Mesir
  39. Eritrea
  40. Estonia
  41. Ethiopia
  42. Finlandia
  43. Prancis
  44. Gabon
  45. Gambia
  46. Jerman
  47. Ghana
  48. Yunani
  49. Grenada
  50. Guinea
  51. Guyana
  52. Islandia
  53. India
  54. Indonesia
  55. Iran
  56. Irak
  57. Irlandia
  58. Italia
  59. Jepang
  60. Yordania
  61. Kazakhstan
  62. Kuwait
  63. Kyrgyzstan
  64. Laos
  65. Lebanon
  66. Liberia
  67. Libya
  68. Lieschtenstein
  69. Lithuania
  70. Luxembourg
  71. Madagaskar
  72. Malaysia
  73. Maladewa
  74. Mali
  75. Malta
  76. Mauritania
  77. Mauritius
  78. Monako
  79. Montenegro
  80. Maroko
  81. Mozambik
  82. Namibia
  83. Nepal
  84. Belanda
  85. Selandia Baru
  86. Nikaragua
  87. Niger
  88. Nigeria
  89. Norwegia
  90. Oman
  91. Pakistan
  92. Papua Nugini
  93. Peru
  94. Portugal
  95. Qatar
  96. Korea Selatan
  97. Rusia
  98. Saint Vincent-German
  99. Arab Saudi
  100. Senegal
  101. Serbia
  102. Seychelles
  103. Singapura
  104. Slovakia
  105. Slovenia
  106. Somalia
  107. Afrika Selatan
  108. Spanyol
  109. Sri Lanka
  110. Sudan
  111. Suriname
  112. Swedia
  113. Swiss
  114. Suriah
  115. Tajikistan
  116. Thailand
  117. Makedonia
  118. Tunisia
  119. Turki
  120. Uni Emirat Arab
  121. Inggris
  122. Tanzania
  123. Uruguay
  124. Uzbekistan
  125. Venezuela
  126. Vietnam
  127. Yaman
  128. Zimbabwe


Pekerja memotret bendera Amerika Serikat di National Capital Flag Company, Alexandria Virginia, AS (10/1). Dalam acara tersebut Trump akan memberikan pidato resmi pertamanya sebagai presiden setelah membacakan sumpah. (AFP/Andrew Caballero Reynolds)

Hak Veto Amerika Serikat di PBB

Seorang juru bicara Presiden Palestina Mahmud Abbas mengatakan bahwa hak veto AS tidak dapat diterima. (AFP)

Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini