TRIBUNBARAT.COM, BIREUEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bireuen menolak mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di lokasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berada tepat di depan RSUD dr Fauziah Bireuen. Hal itu ditegaskan Bupati Bireuen, H Saifannur SSos kepada Serambi, Rabu (29/11) kemarin.

“Kami tidak akan mengeluarkan IMB di lokasi RTH. Siapa pun yang akan mengeluarkan IMB, tanggung jawab sendiri karena melanggar Qanun Nomor 7 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen 2012–2032,” tegas Saifannur.

Kata Bupati, Qanun Tata Ruang Kabupaten Bireuen memang sempat direncanakan diubah, tetapi itu bukan karena adanya pembangunan rumah toko (ruko) tersebut, namun hanya untuk disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekarang. Dibeberkan Saifannur, di lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) itu rencananya akan dibangun jalan dua jalur dan RTH atau untuk penghijauan.

Terkait developer yang sudah mulai membangun ruko tanpa IMB, Bupati Bireuen itu memerintahkan dinas terkait untuk membahas masalah tersebut. “Tanpa IMB artinya bangunan itu liar dan akan dilakukan penertiban. Silahkan bangun tapi saat kami gusur, harus siap-siap pindah,” tegasnya.

Oleh karena itu, Saifannur mengimbau pihak pengembang untuk sebaiknya menunda dulu pembangunan ruko di kawasan RTH itu. “Setelah jalan dua jalur dan kawasan penghijauan selesai dibangun, jika masih ada lahan yang tersisa, silahkan developer bangun ruko. Tapi, sebelum program penghijauan di kawasan RTH itu selesai, tidak boleh ada bangunan dan tidak akan dikeluarkan IMB,” pungkas Saifannur.

Bupati Bireuen, H Saifannur SSos menambahkan, lokasi depan RSUD dr Fauziah Bireuen itu kini memang sudah sangat kumuh, dan semraut, serta padat kendaraan. Sehingga, ucapnya, sangat tidak layak lagi untuk dibangun pertokoan atau ruko di kawasan tersebut. Yang harus dibangun di kawasan itu, ulas Bupati, adalah Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk menjadikan Kota Bireuen menjadi lebih indah, rapi, dan tertata.

“Selain RTH, banyak yang harus kita lakukan untuk menata kota. Dalam waktu dekat, saluran atau drainase dalam Kota Bireuen akan segera ditangani, agar tidak lagi tergenang air hujan. Pertokoan juga akan dicat seindah mungkin serta trotoar yang sudah dijadikan teras ruko juga akan ditertibkan. Semua ini bertujuan agar kota menjadi indah, masyarakat tenang, dan menjadi daya tarik warga luar untuk berkunjung ke Bireuen,” ujar Saifannur.(c38)
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini