Tribunbarat.com - Team Yayasan Permata Atjeh Peduli pada 10 Oktober 2017 melakukan kunjungan pra-monitoring di RSUD Fauziah Bireuen untuk memastikan klinik VCT memenuhi standar pelayanan minimal untuk klinik VCT, hal ini dilakukan untuk penyempurnaan pelayanan kepada pasien yang mengakses layanan Poli Melati di RSUD Fauziah Bireuen.
Chaidir Direktur YPAP mengatakan bahwasanya Standar minimal Klinik VCT yang harus dimiliki oleh satu layanan yang sudah membuka layanan konsultasi, konseling serta Test HIV adalah sebagai berikut :


  1. Mmemiliki ruangan yang nyaman dilengkapi dengan Sarana pendukung untuk konseling Pasein, Sarana Pencacatan kasus, seperti Komputer yang dilengkapi dengan akses Internet untuk pengoperasian Siha.
  2. Mempunyai Management Kasus yang baik, adanya kelompok sebaya yang dibina oleh Layanan konseling di klinik tersebut.
  3. Laboratorium yang memadai untuk pemeriksanaan
  4. adanya Alur yang jelas untuk pasien yang menggunakan layanan poli VCT
  5. adanya Alur permintaan Reagensia, adanya Alur Profilaksis pasca pajanan dan Alur Pengeloaan Limbah.
  6. Adanya SOP Petugas administrasi klinik VCT, adanya SOP Pelayanan Konseling Pra tes, Adanya SOP petugas Laboratoirum, adanya SOP kewaspadaa, n Standar klinik VCT, adanya SOP pembuatan larutan chorine 0,5%, ada SOP pengambilan Darah Vena, adanya SOP pengolahan Sample darah, adanya SOP pemeriksanaan anti-HIV, adanya SOP kontrol kualitas pemeriksaan anti-HIV, adanya SOP pelayanan konseling pasca test HIV, adanya SOP pelayanan petugas managemen kasus, adanya SOP profilaksis pasca pajanan
  7. dan yang paling PENTING adalah adanya standart Reward yang jelas dan  berlaku adil terhadap semua poli dari manajement terutama dalam hal jasa yang yang harus diterima oleh petugas poli sesuai dengan standarisasi management RSUD, hal ini sebagai upaya membuat petugas poli tenang dalam hal bekerja.

jadi kedelapan hal inilah yang wajib dipersiapkan oleh Klik Melati RSUD Fauziah Bireuen, supaya nanti sebelum monitoring dilakukan, ini hanya kunjungan pra-monitoring, untuk mengingatkan team Poli Melati dan juga sekaligus management untuk benar-benar serius menjalankan klinik ini.

dr Irwan [direktur II Umum RS. dr Fauziah Bireuen] berjanji akan menindaklanjuti hal ini supaya sesuai cek list pra monitoring ini ada dan sudah dikerjakan , supaya nanti waktu akreditasi hal ini pasti juga akan dilakukan mereka, untuk melihat apakah klinik sudah berjalan dnegan benar dan sesuai standar minimal. adanya baik hal ini dijelaskan oleh yang kompeten katanya yaitu wakil direktur Pelayanan, tetapi kebetulan sekali hari padat kegiatan, jadi belum bisa ditemui. ( 10/10/2017) 


Dalam Kunjungan pra-monitoring ini juga, team YPAP mengingatkan bahwa semua petugas medis termasuk dokter, baik spesialis maupun umum, untuk jangan pernah membeda-bedakan pasien yang sudah positif hiv dengan pasien lainnya. rawatlah mereka sesuai dengan SOP yang sudah ada, jangan sampai ada diskriminasi dokter spesial terhadap pasien positif HIV. takut kita nanti. mudah mudahan hal ini tidak ada terjadi di rumah sakit tercintai kita ini, sebut Chaidir direktur YPAP.



Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini