TRIBUNBARAT.COM - Yayasan Permata Atjeh Peduli bersama Dinas Sosial Pidie jaya melakukan Ikatan Kerja Sama dalam program pemberdayaan Difable untuk program kerja 2017- 2019 untuk wilayah Pidie Jaya yang didukung pendanaannya dari Caritas Germany.

Sekretaris Dinas Sosial dan Kabid Resos menyambut baik kerjasama ini, Dinas sosial berharap ada bantuan Mitigasi lainnya yang diberikan karena Kabupaten Pidie jaya sangat minim bantuan pada Disabilitas dari Pihak Lainnya. Jumlah disabilitas di Pidie jaya 2.200 Orang dengan ragam jenis Difable.

Chaidir Direktur Yayasan Permata Atjeh Peduli menjelaskan kepada Dinas Sosial Kab. Pidie Jaya yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Sosial dan Kabid Resos mengenai program yang akan di implementasi di PIdie selama 2 tahun yang akan datang dengan program-progranya sebagai berikut :
  • Pembentukan Forum Komunikasi Disabilitas di tingkat Provinsi dan Kabupaten
  • Pelatihan Management Organisasi dan Fund Rising.
  • Mengadakan Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Wilayah Pidie Jaya
  •  Melakukan Pertemuan Rutin dengan Forum Komunikasi Disabilitas Kabupaten
  • Membantu Pendanaan untuk legalitas Forum Komunikasi Disabilitas
  •  Mengadakan Pelatihan Kode Etik Peliputan Disalibitas Kepada Wartawan Pidie Jaya
  • Memberikan Pelatihan dan Simulasi DRR kepada Murid dan guru di SLB di Pidie Jaya
  • Sosiali HIV dan Kesehatan Reproduksi kepada siswa SLTA dalam Kabupaten Pidie Jaya


Kunjungan Team YPAP selama dua hari di kabupaten Pidie Jaya sebagai Koordinasi dengan stakholders dan juga melakukan assesment langsung kelapangan dengan melihat kondisi Difable pasca Gempa Desember 2016 yang lalu.



Salah satu Difable yang dikunjungi adalah Bapak Jamaluddin, yang mengalami putus kaki akibat gempa. Kesehatan beliau sangat baik, yang sangat dibutuhkan sekarang adalah Modal Usaha untuk merintis perekonomian keluarga, dengan empat anak, semuanya di usia sekolah sekarang ini dan yang paling di harapkan adalah ada yang mau menyumbang satu kaki palsu untuk beliau, katanya saya sudah sangat bermimpi mimpi untuk bisa mendapatkan kaki palsu, dengan mata berkaca kaca beliau mengucapkan hal ini. kegiatan sehari sehari sekarang ini berjualan di depan rumah, mudah mudahan ada yang mau membantu kami menambah barang dalam kios untuk mencukupi perputaran modal untuk kedai kecil kami, begitu harapan bapak Jafaruddin.


team YPAP juga mengunjungi SLB Pidie Jaya untuk melihat kondisi yang sebenarnya dilapangan, serta team juga berusaha mencari persatuan kelompok disabilitas, tetapi belum ada yang berkelompok, jadi agak sedikit terkendala untuk menyuarakan kebutuhan disabilitas tanpa adanya perwakilan daerah. kerja keras kedepan untuk mengumpulkan dan menngorganisasikan mereka supaya memudahkan teman-teman disabilitas dalam menyuarakan kepentingan sosial, politik, ekonomi terhadap hak-hak Difable di kabupaten PIdie Jaya, begitu Harapan Chaidir direktur YPAP.

Video Pertemuan YPAP dengan Dinsos Pijay


Bagikan:

1 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete