Tribunbarat.com - Kekecewaan Wali Murid terhadap kepala Disdikpora Bireuen dan Panitia Penyelenggara Hafiz Qur'an sekabupaten Bireuen terlihat di ungkapkan Wali Murid yang sudah mendapatkan informasi dari sekolah-sekolah anaknya yang akan ikut perlombaan tersebut untuk kategori 2 juz yaitu juz 29 dan 30.

Kekecewaan ini sebenarnya muncul karena setelah ada pemberitahuan dibatalkannya kategori loma 2 juz secara sepihak oleh Disdikpora Bireuen yang pemberitahuannya melalui kepada sekolah masing-masing.  

keputusan Disdikpora ini membuat anak didik patah semangat karena hal ini telah disiapkan jauh jauh hari sebelumnya. dalam bayang-bayang anak kita pasti mereka akan berlomba dengan senang di tingkat kabupaten, bahagianya hal ini dalam bayangan mereka.

bukan hadiah yang mereka pikirkan, tetapi panggung yang mereka harapkan untuk menambah semangat lebih bagus lagi kedepan. tentu bukannya hanya panggung pentas Seni dan Tari Kreasi di Pantai  Kuala Raja.

Yang seharusnya Hafal Qur'an harus dipupuk dan dibina lebih serius dengan stimulus yang beragam supaya hal ini terus meningkat dikabupaten Bireuen tercinta.

sampai-sampai anak kami mengatakan, umi...enakan hafal satu juz aja ..hafal satu bisa bisa ikut Lomba..masak hafal 5 juzz gak boleh ikut lomba...hal ini yang dikata anak SD kelas 4 apa yang harus kita katakan,  bagaimana kita menangkan mereka ? ditambah lagi, Hafal Satu Juz juga bisa ikut lomba di mana mana umi...bisa di ajak ke bandar lampung dan ikut lomba ditempat lain..karena satu juz rame yang suka umi..kita 5 [lima] juz gak bisa ikut lomba apa apa umi...

Alasan Disdikpora membatalkan perlombaan kategori 2 juz karena hanya 2 [dua] SD/MI yang ikut, yang lain tidak mendaftar karena tidak ada kandidat. banyak yang mendaftar di kategori satu juz yaitu juz 30. Persoalan sekolah lain tidak mendaftar kok imbasnya Sekolah yang mendaftar ? kan aneh ..seharusnya ini menjadi semangat untuk sekolah lain ditahun depan untuk bisa mengejar, harus ada anak-anak kita yang daftar di dua [2] juz di perlombaan tahun depan ! entah logika apa dipakai oleh Kepala Disdikpora Bireuen dalam membatalkan perlombaan Hafal Qur'an kategori 2 juz, padahal perlombaan ini telah di rencanakan dengan matang sebelumnya, sama juga dengan perlombaan perlombaan lainnya seperti pentas Seni tingkat SLTA dan tari Kreasi tingkat SD/Mi, Sepeda Santai Fund walk sekabupten Bireuen dalam rangka memperingati HUT Bireuen ke 18.

Harapan Kami Sebagai wali Murid kepada Kepala Disdikpora Bireuen untuk meninjau ulang keputusannya membatalkan perlombaan hafal Qur'an kategori 2 juz, untuk bisa di lanjutkan demi semangat anak-anak kita ke depan.

Seharusnya bukan hanya perlombaan kategori 2 Juz untuk anak SD/MI diadakan tetapi juga perlu adanya perlombaan kategori terbanyak Juz hafal Qur'an untuk level Anak SD, stimulan ini penting perlu bagi anak-anak, siapa tahu setahun kedepan atau dua tahun kedepan anak Anak SD dikabupaten Bireuen sudah ada yang hafal 10 jus, 20 Juz bahkan 30 Juz...ini mimpi kita orang tua, susah juga mewujudkan mimpi tanpa ada dukungan pemerintah dan stimulus lainnya, karena dunia anak anak butuh panggung untuk menyemati mereka dalam meraih cita cita.

Stimulus  orang tua yang anaknya  hafal Al-quran juga tidak melulu tugas Disdikpora, tetapi juga pengelola sekolah, termasuk kepala sekolah, pembina yayasan tentunya. mudahan-mudahan kedepan tidak ada teriakan-teriakan kepala sekolah dalam rapat dengan wali Murid "Siapa yang miskin, ayo ketemu dengan saya langsung, menghadap saya akan saya gratiskan SPP dengan tentunya ada donor yang bayar nantinya" kalau tidak ada yang miskin, mudahan tidak ada lagi yang terlambat SPP.

Wali Murid yang ikut rapat tentunya sedih mendenger hal ini, Harus mengaku miskin dulu baru ada keringanan SPP, harus tangan dibawah dan meminta minta dulu, anak harus menjadi yatim dulu, mati bapaknya/ibunya dulu, baru ada tindakan keringan SPP. Tidak semua orang tua Mampu dan sepenuhnya mampu walaupun sudah memberanikan diri mendaftarkan anak-anaknya di sekolah Swasta, tahu mereka bahwa sekolah swasta itu mahal, tahu mereka biayanya tidak sedikit. walaupun berhutang tetap akan membayar tepat waktu untuk SPP, bukan berarti semua yang menyekolah anaknya di swasta itu Kaya dan berkecukupan.

Apreasi Sekolah kepada Anak berprestasi dibidang tahfiz juga perlu diperhatikan baik dalam bentuk diskon SPP yang meringan orang tua, tidak usah gratislah, diskon saja, untuk meringankan, kalau sekolah saja tidak ada apresiasi terhadap anak yang cakap di bidang tahfiz apalagi pihak luar sekolah lainnya ? tidak dianggap sekolah hanya sebagai pusat bisnis, tetapi juga tempat menghargai kepada yang patut menerimanya.

orang tua juga sadar, gaji guru harus dua kali lipat dari karyawan lainnya, mereka harus tenang dalam mengajar, sekolah swasta bisa jadi digaji di dari SPP, tentunya aprisiasi kepada murid yang berprestasi di bidang tahfiz untuk 3 atau dua orang perkelas, tidak akan mengurangi hal dimaksud.

Orang Tua juga sadar bukannya memilih sekolah swatas ini karena kualitas guru guru handal,  dan sudah berpengalaman  yang lama, tetapi di pilih swasta karena lingkungan belajar Al-Qur'an nya yang luar biasa dan tidak ada di tempat lain, makanya tidak berkecukupan pun tidak apa, yang penting anak berada dalam lingkungan Al-qur'an. adakah yang peduli kondisi ini ???

Mudah-mudahan Bupati Bireuen H Saifainur S.Sos segera menegur Kepala Disdikpora Bireuen untuk meninjau ulang keputusannya tentang pembatalan sepihak perlombaan Hafal Qur'an kategori 2 juz untuk anak tingkat SD/MI, semoga ada kekecewaan wali Murid ini disampaikan ke Bapak Bupati Bireuen H Saifannur, Kami orang tua wali murid yakin beliau sangat bijaksana, tidak ada maksudnya beliau untuk menghemat anggaran gara-gara menghilangkan perlombaan kategori 2 juz ini. hal ini tulus kita minta tinjau ulang demi semangat anak-anak kita pencinta Al-qur'an tetap semangat.








Bagikan:

1 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete