TRIBUNBARAT.COM - BANDA ACEH, Wakil Wali Kota, Drs Zainal Arifin, menyampaikan, Aceh saat ini sudah sangat kondusif dan tidak perlu ada keraguan dari pihak manapun untuk menanam sahamnya di Aceh, khususnya di Banda Aceh.

Bahkan pihaknya juga akan melonggarkan aktivitas waktu kerja malam, baik untuk wanita di Banda Aceh maupun pengunjung di cafe dan sejenisnya, sebagaimana yang pernah diinstruksikan wali kota sebelumnya yang membatasi jam kerja hingga pukul 23.00 WIB.

Statmen Wakil Wali kota ini mendapat respons dari aktivis muda Aceh yang selama ini dikenal vokal menyuarakan pembelaan bagi penegakkan syariat Islam di Aceh. [BACA: Pemko Longgarkan Jam Malam Perempuan di Banda Aceh]

Ini isi surat terbuka yang ditulis Teuku Zulkhairi di laman facebooknya. Ia merupakan Sekjen Badan Kordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Provinsi Aceh.

LOGIKA WAKIL WALIKOTA BANDA ACEH, CERMINAN RUSAKNYA NALAR SEHAT KAUM ELIT

1. Mohon maaf, logika wakil walikota Banda Aceh di media hari ini terkait pelonggaran jam kerja malam bagi kaum perempuan hanyalah sebuah cerminan rusaknya nalar sehat kaum elit.

2. Bagi sejumlah kaum elit dalam sejarahnya, materi adalah segala-galanya.

3. Maka ketika setiap kali nafsu materialisme mereka muncul, setiap kali itu pula mereka menjadikan melihat ATURAN-ATURAN SYARI'AT SEBAGAI YANG TERSALAH. Sebab, aturan aturan Syari’at ini berbenturan dengan materialisme tadi.

4. Dalam kasus statemen Walikota Banda Aceh terkait pelonggaran jam malam bagi kaum perempuan, terasa sekali ada kemacetan nalar dalam mendudukkan sebuah persoalan, sehingga mengarah pada penyimpulan “menyalahkan Syari’at Islam” atas tidak hadirnya investor.5. Logiknya begini, kalau kebijakan jam malam bagi perempuan dianggap menimbulkan imej Banda Aceh tidak aman bagi ke dunia luar, maka itu artinya aturan jam malam itu dianggap sbg momok bagi para investor bukan?. Benarkah? Tentu salah total.

6. Sejauh ini tidak ada hasil survey yang menyebut investor takut karena kaum perempuan di Banda Aceh dibatasi sampai jam 11 malam. Atau tidak pernah kita mendengar para investor mengeluh tidak bisa berinvestasi karena Banda Aceh tidak aman. Jadi wakil Walikota Banda Aceh “janganlah mengada-ngada”.

7. Lagian, aturan sebelumnya kan cuman dibatasi sampe jam 11 malam? Itu sesungguhnya merupakan aturan Syari’at. Islam sangat memuliakan kaum perempuan.

8. Dan bagaimana kita disebut memuliakan kaum perempuan kalau kita membiarkan mereka bekerja sampai larut malam? Bagaimana kita bisa disebut menjaga anak-anak atau adik-adik perempuan kita jika kita membiarkan mereka bekerja atau di luar rumah sampai tengah malam? Untuk apa di luar rumah sampai larut malam? Lagian, yang wajib mencari nafkah dalam aturan Syari’at Islam itu adalah laki-laki, bukan kaum perempuan. Paham pak?

8. Islam sesungguhnya juga begitu peduli terhadap perkara seperti ini. Maka hadis Rasulullah Saw mengumpamakan bagaimana burung saja sebagai binatang langsung pulang ke sarangnya di sore hari. mengapa kita manusia menganggap tidak ada batasan bagi kaum perempuan untuk berada di luar rumah?

9. sungguh miris, karena statemen yang barangkali juga akan menjadi kebijakan Pemko ini dikeluarkan di saat Banda Aceh dikejutkan dengan isu prostitusi Online dimana sudah sejumlah kaum laki-laki dan perempuan ditangkap pihak keamanan. Hallo Pak, mau dibawa kemana Banda Aceh ini?

Teuku Zulkhairi

Ber KTP Banda Aceh

Surat terbuka itu dikomentari banyak netizan dan hingga pukul 20:21 WIB dibagikan lagi oleh 13 akun terkait dengan Teuku Zulkhairi. 

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/10/25/pemko-longgarkan-jam-malam-perempuan-teuku-zulkhairi-nalar-sehat-kaum-elit-rusak?page=2
Bagikan:

1 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete