Oleh : Rizky Dasilva S. Pd. I, MA - Kepala SDIT Muhammadiyah Bireuen

Rizky Dasilva S. Pd. I, MA
TRIBUNBARAT.COM - Cita-cita dan spirit kami sama, sekolah bukan sebagai tempat menggali rupiah, bukan tempat mencari ketenaran, bukan tempat untuk istirahat dan tiduran juga bukan tempat membangun kerajaan atau dinasti.

Tapi sekolah adalah tempat belajar kami,belajar tentang arti perjuangan, tentang arti keikhlasan, tentang arti perubahan, belajar tentang arti kesabaran, belajar tentang arti ketabahan, cita-cita dan spirit kami adalah Bisa terus mengajar, terus mendidik, kami Bahagia bahkan meneteskan air mata bila ada anak didik kami shaleh, sukses, Berkarakter, berprestasi walaupun anak itu bukan anak kandung kami.

50 % rumah kami adalah sekolah, kadang ada waktu bisa jadi rumah kami menjadi 100% disekolah. Sekolah ladang kami, bukan ladang singkong, bukang ladang jengkol, bulan ladang padi, bukan pula ladang gandum. Semoga sekolah ladang amal menuju akhirat

Dirumah sendiri kadang kami berdiskusi panjang berdua sampai tengah malam, bukan masalah beras, bukan lauk pauk, bukan masalah cabe, tomat, bawang, bukan pula masalah bedak dan lipstik. Tapi masalah masa depan pendidikan. Kami berdebat panjang, menukar pikiran seperti alunan simponi kadang suara keras kadang lembut dan kadang pula melingking.

Ada dua yang paling kami khawatirkan, pertama : yang kami khawatirkan kami tidak bisa mengajar lagi. 
Kedua : kami tak mampu mendidik anak kandung kami sementara kami adalah guru

Salam saya dari jauh buat teman diskusi yaitu Ibu kepsek TKIT Muhammadiyah Bireuen, Ibu Emi Suhartini S. Pd.I, terus belajar dan berjuang teman!

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1679142242096127&set=a.736828346327526.1073741829.100000011017683&type=3&theater



Bagikan:

1 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete