TRIBUNBARAT.COM - Pakar Hukum Islam dari Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr H A Hamid Sarong menyarankan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf menggalakkan agenda pemberdayaan masyarakat untuk menekan praktik meminta-minta, khususnya saat memasuki masa mak meugang, baik itu puasa maupun lebaran di Aceh.

Fenomena ini memang telah menjadi tradisi buruk dan merusak esensi mak meugang itu sendiri. Hal ini disampaikan Hamid Sarong saat ditanyai tentang permintaan gubernur Aceh agar alim ulama bisa meninjau ulang tradisi mak meugang yang berjalan selama ini.

Irwandi menilai, momentum mak meugang kerap dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mencari uang, dan membebankannya pada penguasa atau pejabat.

Jika tak bisa menangkis, korupsi jalan keluarnya,” kata Irwandi saat pidato usai melantik Bupati-Wakil Bupati Aceh Tenggara, kemarin.

Menurut Hamid Sarong, pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan untuk meminta uang dengan alasan mak meugang jelas tak boleh dibiasakan. Ini akan menjadi prilaku buruk dan dapat merusak citra Aceh.

“Kalau setiap mak meugang minta bantuan, itu bisa jadi kebiasaan dan seperti tradisi jadinya, hal ini jelas keliru,” katanya.

Apalagi, sebagai seorang muslim, kata Hamid Sarong, meminta-minta jelas tidak layak. “Karena meminta itu kan tangannya di bawah, yang memberi itu di atas, jadi paling berbahagia bagi seseorang yang ingin memperoleh penghasilan, tentu dengan kerja sendiri,” katanya.

SUMBER: http://www.mercinews.com/2017/10/03/irwandi-yusuf-minta-tinjau-tradisi-mak-meugang-begini-saran-prof-hamid-sarong
Bagikan:

1 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete