TRIBUNBARAT.COM - Lhoksukon | TM (50), pimpinan dayah di Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara diduga mencabuli seorang gadis berusia 17 tahun.

Melati, sebut saja namanya demikian, adalah salah seorang santri di dayah yang dipimpin TM tersebut. 

Kabag Humas Polres Aceh Utara AKP Jafaruddin mengatakan, orang tua melati telah melaporkan pebuatan TM tersebut ke polisi pada 6 September 2017. TM yang sudah lebih dulu kabur, kini dalam pengejaran petugas.

Dari laporan yang diterima polisi, Jafar mengatakan, TM sudah dua kali mencabuli Melati. “Pertama pada pertengahan Juli 2017, yang kedua pada akhir Agustus 2017,” jelasnya, Jumat (8/9/2017).

Perbuatan itu dilancarkan TM di dalam kamar di rumahnya yang memang berada di komplek dayah tersebut.

"Ketika hendak mencabuli korban, pelaku berjanji akan menikahi korban, namun pelaku melarikan diri dan pihak kepolisian pun masih memburu pelaku,” katanya.

TM, kata Jafaruddin, pernah menghubungi ibu korban pada 5 Sepember 2017. Dia meminta untuk menikahi Melati. Namun ibu korban menolak.

Selanjutnya, TM mengirimkan pesan singkat kepada ibu korban yang mengungkapkan bahwa dia telah bersetubuh dengan anaknya.

Mengetahui hal tersebut, ibu korban langsung memberitau kejadian itu kepada suaminya Marzuki (40) dan mereka melaporkan hal itu ke polisi.

Kata Jafar, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, polisi sudah memasang garis polisi di pintu masuk dayah tersebut.

Aparat keamanan juga melakukan patroli bersama untuk meredam emosi warga agar tak sampai berbuat hal-hal yang anarki.

SUMBER: http://www.beritakini.co/news/pimpinan-dayah-di-aceh-utara-diduga-cabuli-santri-17-tahun/index.html
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini