TRIBUNBARAT.COM, BANDA ACEH - Salah satu partai politik lokal yang lama tak terdengar, yakni Partai SIRA, memastikan akan kembali ikut dalam kontestasi politik di Aceh. Partai besutan mantan wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, ini, akan ikut dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 dan juga akan berkonsolidasi untuk Pilkada di tiga kabupaten/kota di Aceh pada 2018.

Hal ini disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Majelis Tinggi Partai (MTP) SIRA, Muhammad Nazar, dalam konferseni pers di Balai Meusapat Bansa (BaMeuBa) di kawasan Jeulingke, Banda Aceh, Minggu (30/7). Konferensi pers itu dilakukan para pengurus DPP Partai SIRA, setelah sebelumnya melaksanakan rapat pleno selama dua hari di tempat yang sama.

“Insya Allah kita akan mendaftar kembali sebagai peserta pemilu di Aceh, kita akan ikut Pemilu 2019. Beberapa waktu lalu saat acara halal bi halal, kita juga telah menyatakan akan mendaftar kembali, dan ini akan kita buktikan, ini adalah janji kita yang pernah tertunda pada 2012 lalu,” kata Nazar.

Dikatakannya, meski partainya tak ikut dalam Pileg 2014 dan Pilkada 2017, namun saat ini SIRA adalah partai yang sah di Aceh dan memiliki status badan hukum yang kuat di Kemenkumham. Oleh sebab itu, ke depan, untuk mendaftar sebagai peserta pemilu, Partai SIRA hanya perlu ikut verifikasi yang dilakukan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP).

“Tugas kami berikutnya, hanya melengkapi syarat verifikasi sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku,” tambah Muhammad Nazar.

Dilanjutkannya, Partai SIRA saat ini bukan lagi Partai SIRA dulu. Setelah Pileg 2009, Partai SIRA yang memiliki kepanjangan Partai Suara Independen Rakyat Aceh itu terpaksa harus mengganti nama dan mengubah lambang pada 2012, karena hasil Pileg 2009 tidak mencukupi elementary threshold (ambang batas parlemen). “Lambang juga kita ubah, dulu ada 10 bintang, sekarang hanya satu saja,” sebut Nazar.

Untuk persiapan verifikasi KIP, mantan Ketua Dewan Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh ini mengatakan akan mempersiapkan semua persyaratan dalam dua bulan ini. Ia telah memerintahkan seluruh jajaran struktural untuk mem-follow-up semua kerja partai.

“Inysa Allah kita tidak begitu susah, kita punya struktural di semua tingkatan, tinggal revitalisasi saja. Ada beberapa orang yang sudah ke partai lain, ya tinggal kita tanya saja apa masih mau bergabung atau seperti apa, jika tidak pun tidak apa-apa, kita tidak akan ganggu,” ucap Nazar.

Dia mengaku, saat ini banyak kader-kader partai nasional yang ingin bergabung memperkuat SIRA. Begitu juga sejumlah tokoh masyarakat yang sudah menyatakan siap bergabung. “Jadi ada waktu dua bulan bagi kita untuk mempersiapkan verifikasi ini dan saat ini kita sedang mempersiapkannya. Insya Allah September atau paling telat Oktober kita sudah mendaftar,” demikian Muhammad Nazar.

Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Nazar menceritakan mengapa Partai SIRA urung mendaftar sebagai peserta pemilu pada Pileg 2014 lalu. Kala itu, suasana transisi politik belum menentu, meski perdamaian Aceh sudah terwujud lama. SIRA melihat masih ada pihak-pihak yang menginginkan partai lokal tidak ada di Aceh.

“Partai politik lokal lain saat itu ingin diberangus, dikasari. Maka pada 2012, kami tidak mendaftar, karena kami ingin menyukseskan masa transisi itu. Tetapi sebagai partai politik lokal, saat itu kami tetap terdaftar, hanya saja bukan peserta pemilu,” kata Muhammad Nazar.

Nah saat ini, sebut Nazar, kondisi politik di Aceh sudah berubah total. Hal itu sesuai dengan hasil Pilkada Aceh 2017 yang terlihat sangat demokratis dan tidak terjadi kekerasan seperti pengalaman-pengalaman pemilu sebelumnya.

“Kondisi ini sudah berubah, jadi kita ingin berpartisipasi aktif lagi, kita ingin memperkuat partai-partai lokal di Aceh, supaya iklim demokrasi di Aceh lebih bagus dan tidak terjadinya mono party,” pungkas Muhammad Nazar.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/07/31/sira-bersiap-ikut-pileg-2018
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini