TRIBUNBARAT.COM - Sebagai warga Bireuen, saya melihat tindakan Bupati Bireuen di akhir-akhir masa jabatannya dengan memberikan hibah mobil mewah kepada lembaga vertikal adalah sangat “dhalim”. Ada beberapa hal yang patut kita pertanyakan yaitu pertama, seberapa butuhkah lembaga vertikal tersebut dibanding masyarakat yang tidak mampu? Kedua, kenapa cuma empat lembaga vertikal (Polres, Kodim, Kejari dan Pengadilan) tersebut yang dapat?. Ketiga, dimana peran pengawasan DPRK Bireuen terhadap eksekutif?

Sebagai pemberi yaitu Bupati Bireuen semestinya malu kepada masyarakatnya yang kurang mampu bahkan angka kemiskinan di Bireuen masih cukup mencengangkan yaitu Angka rakyat miskin di Kabupaten Bireuen meningkat tajam dalam tiga tahun ini. Bila pada tahun 2012 jumlah penduduk miskin sebanyak 170.683 ribu jiwa. Angka ini justru mencapai 223.632 ribu jiwa pada 2015. Bila dipersentasekan, maka jumlah penduduk miskin di Bireuen hampir 50%, bila dihitung dari jumlah penduduk tahun 2013 sebanyak 450.544 jiwa (Muhajir Juli,2016).

Sebagai penerima sudah seharusnya menolak pemberian hibah ini. Bukankah keemapat lembaga vertikal ini punya rasa kemanusiaan yang tinggi agar dana hibah ini diberikan kepada yang lebi layak membutuhkan saja.

Salam
Muazzinah
Warga Bireuen

SUMBER: http://www.acehtrend.co/pemberi-dan-penerima-mobil-mewah-dana-hibah-di-bireuen-tidak-tahu-malu/
Bagikan:

1 comments so far,Add yours

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete