TRIBUNBARAT.COM - Generator AC atau biasa dikenal dengan alternator berfungsi untuk merubah energi mekanis menjadi energi listrik AC. Bagamana prinsip kerja generator listrik AC telah kita bahas di artikel sebelumnya. Alternator memiliki berbagai tipe yang dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal. Berikut adalah pengklasifikasian tersebut:

Macam-Macam Alternator Berdasarkan Sumber Eksitasi

Salah satu komponen utama dari generator adalah magnet yang berfungsi untuk membangkitkan medan magnet pada proses elektromagnetik. Magnet yang digunakan tersebut dapat berupa magnet permanen ataupun medan kumparan. Seperti yang kita ketahui bahwa jika sebuah kumparan kawat dialiri arus listrik searah, maka akan timbul medan magnet di sekitarnya. Proses pembangkitan medan magnet dengan menggunakan arus listrik searah inilah yang biasa dikenal dengan proses eksitasi.

Skema Medan Magnet yang Terbangkitkan di Sekitar Kumparan Listrik

Berdasarkan hal di atas maka generator AC dapat dibagi menjadi dua tipe berdasarkan sumber medan magnet, yakni generator yang menggunakan magnet permanen dan generator yang menggunakan magnet buatan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan berikut adalah penjabarannya:

    Generator Dengan Magnet Permanen.
    Kelebihan :

        Desain yang sederhana.
        Umur generator lebih awet (reliable).
        Tidak membutuhkan sumber arus listrik DC dari luar untuk membangkitkan medan magnet.

    Skema Alternator Dengan Magnet Permane)

    Kekurangan :
        Tidak efisien jika menggunakan magnet permanen dengan produksi fluks magnet rendah.
        Pembangkitan daya listrik terbatas sejauh kemampuan magnet dalam membentuk medan magnet, sehingga tidak cocok digunakan untuk skala besar.
    Alternator Dengan Magnet Buatan.
    Kelebihan :

        Dapat membangkitkan medan magnet dengan fluks besar sehingga lebih efisien jika digunakan untuk menghasilkan power yang besar.
        Besaran fluks medan magnet dapat diatur sesuai kebutuhan.

    Alternator Dengan Magnet Buatan
    

    Kekurangan :
        Desain lebih rumit dibandingkan dengan alternator yang menggunakan magnet permanen.
        Sangat tergantung dengan supply arus DC dari luar untuk membangkitkan medan magnet, jika sumber arus gagal memasok arus DC maka alternator tidak dapat berfungsi sama sekali.

SUMBER: http://artikel-teknologi.com/category/mechanical/page/5/
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini