TRIBUNBARAT.COM, BANDA ACEH - Masih ingat 45 warga Aceh yang ditahan bersama 23 Warga Negara Indonesia (WNI) lainnya pada 1 Mei 2017 di Port Klang, Selangor, karena melanggar ketentuan Imigrasi Malaysia? Nah, seluruh warga Aceh itu sudah dipulangkan ke kampung asalnya melalui tiga gelombang deportasi.

Sekretaris I Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Dahlia Kusuma Dewi mengabarkan kepada Serambi, (30/7) pagi tentang WNI--terbanyak dari Aceh--yang dipulangkan itu.

“Setahu kami, gelombang terakhir yang dipulangkan ke Indonesia berjumlah 47 pria pada 25 Juli 2017. Kesemua penumpang boat telah selesai menjalani masa hukuman pada 15 Juli 2017. Mereka sempat ditempatkan di Depo Imigrasi Lenggeng dan telah dideportasi via Pasir Gudang, Johor, pada 25 Juli 2017,” kata Dahlia.

Sebelumnya ia kabarkan bahwa pada 17 Juli 2017 sudah dikembalikan ke Tanah Air 12 perempuan yang sebelumnya ditahan. Sebagian besar warga Aceh, selebihnya warga Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Jawa.

Adapun gelombang pertama yang dipulangkan pada 7 Juli lalu hanya terdiri atas lima orang perempuan yang sempat ditempatkan di Penjara Semenyih, Selangor, seusai mendapat pengampunan dari majelis hakim Pengadilan Sipil Kajang, Malaysia. Dua orang di antaranya warga Sumbar, terdiri atas ibu dan anaknya yang masih balita. Tiga lagi dari Aceh. Satu orang merupakan perempuan manula, dua lagi adalah seorang ibu dan bayinya.

Dengan demikian, kata Dahlia Kusuma, dari 68 WNI yang ditahan oleh Atase Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) pada 1 Mei lalu karena meninggalkan perairan Malaysia melalui jalur yang tidak ditetapkan (ilegal), berarti sudah 64 orang yang dipulangkan. Hanya empat orang lagi yang masih menjalani hukuman di Malaysia. Terdiri atas seorang tekong (nakhoda) boat sayur KM Doa Bersama dan tiga awaknya.

Peristiwa itu diharapkan Dahlia hendaknya benar-benar menjadi iktibar bagi WNI lainnya agar tidak masuk ke negara orang lain secara ilegal, demikian pula pada saat ke luar. Andaipun kehilangan paspor atau paspornya kedaluwarsa (expired) saat berada di negara orang, hendaklah segera melapor ke KBRI setempat untuk dibuatkan surat perjalanan laksana paspor (SPLP). Jangan nekat menempuh cara-cara ilegal saat bepergian ke luar negeri, sebab bisa panjang dan berat akibatnya, karena harus melibatkan diplomasi antarnegara.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/07/31/45-warga-aceh-dipulangkan-dari-malaysia
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini