TRIBUNBARAT.COM, LHOKSEUMAWE - Sebanyak 2.483 warga lanjut usia (lansia) di Kota Lhokseumawe, sampai Senin (24/7) kemarin, belum menerima dana jatah hidup (jadup) terhitung sejak Januari hingga Mei 2017 atau selama lima bulan dari pemerintah setempat. Padahal tahun-tahun sebelumnya, jadup selalu disalurkan per triwulan (tiga bulan sekali).

Untuk diketahui, sejak beberapa tahun lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Lhokseumawe memberikan jadup bagi masyarakat berumur 70 tahun ke atas berupa uang Rp 300 ribu per bulan. Penyaluran dilakukan ke rekening masing-masing penerima tiga bulan sekali atau empat kali pencairan dalam setahun.

Namun untuk tahun 2017 ini, dikarenakan terjadinya devisit anggaran, maka dalam APBK murni Kota Lhokseumawe hanya dianggarkan dana jadup untuk jatah lima bulan saja (Januari-Mei) dengan total anggaran Rp 3,5 miliar. Sedangkan, untuk jatah tujuh bulan lagi (Juni-Desember) belum ada kepastian apakah tersedia anggaran atau tidak, karena akan disesuaikan dengan keuangan daerah saat pembahasan APBK Perubahan nantinya.

Untuk menentukan penerima jadup tahun 2017, Dinas Sosial Lhokseumawe telah merampungkan pendataan sejak beberapa bulan lalu. Tapi, sampai sekarang, jadup belum disalurkan untuk jatah satu bulan pun. Sehingga sejumlah anak dari penerima jadup mempertanyakan kapan jadup bisa dicairkan.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Lhokseumawe, Syoeib mengakui, kalau jadup belum satu bulan pun disalurkan pada tahun 2017 ini. Namun, menurutnya, berkas pencairan dana sudah diserahkan ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lhokseumawe sejak dua pekan lalu. Direncanakan, proses pencairan akan dilakukan sekaligus untuk jatah lima bulan sesuai dana yang tersedia dalam APBK murni 2017. “Jadi, kini kita tinggal menunggu proses pencairan dari BPKAD. Bila selesai proses di BPKAD, maka langsung kita salurkan ke rekening masing-masing penerima,” janjinya.

Kepala BPKAD Lhokseumawe, Azwar membenarkan kalau berkas untuk pencairan jadup sudah masuk ke pihaknya. Kini, ungkap dia, pihaknya sedang memproses berkas tersebut, dan ditargetkan dalam waktu dekat ini sudah cair.

Wakil Ketua Komisi B DPRK Lhokseumawe, Mukhlis Azhar menilai, kalau proses pencairan jadup untuk lansia sudah sangat lambat. Seharusnya atau layaknya, kata dia, jadup itu sudah dicairkan sebelum lebaran Idul Fitri lalu. “Tapi kenyataannya sampai sekarang belum satu bulan pun cair. Jadi benar-benar sangat lambat,” ungkapnya.

Dia pun meminta, bila memang dana tersedia dalam kas daerah, agar jadup menjadi prioritas untuk bisa segera disalurkan. “Karena sudah pasti ribuan penerima terus menunggu kapan dana tersebut cair,” pungkas Politisi Hanura tersebut.
 
SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/07/25/ribuan-lansia-belum-terima-jadup
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini