TRIBUNBARAT.COM, SUKA MAKMUE - Kasus pembunuhan terhadap Masdiana (28), guru honorer, warga Desa Alue Geutah, Kecamatan Darul Makmue ternyata sudah direncanakan pelaku. Hal ini terungkap dalam sejumlah adegan rekontruksi kasus tersebut yang digelar di Mapolres Nagan Raya, Rabu (19/7).

Dalam rekonstruksi sebanyak 18 adegan dari total 28 adegan itu terungkap sebelum korban dibunuh, pelaku Junaidi (34) yang merupakan suami korban, sehari sebelumnya menghubungi sepupunya M Daud (32) melalui telepon. Junaidi menanyakan apakah sepupunya butuh pekerjaan dan uang. Karena butuh uang, M Daud akhirnya menyetujui untuk membantu Junaidi membunuh korban pada Kamis pagi (15/6), dengan cara masuk ke dalam rumah korban pada pagi hari. Saat itu korban sedang menjemur pakaian di luar rumah.

Dalam rekonstruksi ini, Junaidi lebih dulu keluar dari rumah dengan dalih berangkat kerja ke kebun. Kemudian M Daud masuk ke dalam rumah sambil bersembunyi di dalam kamar di dekat tempat tidur korban. Untuk memudahkan aksinya M Daud lalu kembali bersembunyi di balik pintu kamar. Korban lalu terkejut dan berusaha berteriak melihat M Daud sudah berada dalam kamar.

Saat itu juga M Daud menyergap korban sambil membekap dengan selembar kain panjang yang terletak di atas tempat tidurnya. Karena tak berdaya, korban akhirnya jatuh dan M Daud langsung mengetatkan lilitan kain sarung di leher Masdiana. Di saat bersamaan tiba Junaidi dan langsung menginjak bagian leher istrinya dengan kaki kanan menggunakan sepatu boot yang biasa ia pakai saat bekerja di kebun sawit. Tak hanya itu, Junaidi juga mengambil besi yang sehari-hari dipakai untuk menyortir sawit lalu memukul bagian leher belakang istrinya.

“Tujuannya biar cepat selesai, biar cepat mati,” kata Junaidi di hadapan jaksa dan polisi. Tak puas bertindak keji, ia kembali menginjak leher istrinya yang telah terjatuh itu lebih satu kali. M Daud yang merasa kasihan dengan kondisi korban akhirnya meminta izin kepada Junaidi untuk pamit karena ia tak tahan melihat korban yang terlihat sekarat.

Sebagai imbalannya, Junaidi mempersilahkan M Daud untuk mengambil dua unit handphone istrinya. Sedangkan uang jasa pembunuhan itu akan diserahkan Junaidi kepada M Daud setelah Lebaran. Setelah M Daud pergi, Junaidi keluar rumah dan berpura-pura menanyakan kepada tetangganya berisnial N apakah ada melihat orang lain masuk ke dalam rumah.

Bahkan ia sempat menghubungi atasan di tempatnya bekerja dan mengaku bahwa istrinya telah dirampok orang tak dikenal.

Saat reka ulang ini, Junaidi juga duduk santai di ruang tamu rumah dengan kondisi sang istri tak bernyawa di dalam kamar. Sedangkan tetangga korban telah datang ke rumah untuk memastikan apa yang terjadi.

Pantauan Serambi selama rekonstruksi berlangsung, sama sekali tidak terlihat raut wajah Junaidi bersedih dan menyesal. Ia dengan gamblang dan jujur menjawab semua pertanyaan yang dilayangkan polisi dan jaksa atas tindakannya tersebut. Ia juga memperagakan bagaimana mengeksekusi istrinya termasuk saat menyusun rencana untuk menghabisi nyawa korban.

Usai rekonstruksi, sejumlah saksi yang merupakan tetangga korban juga terlihat minta maaf kepada Junaidi. Sontak suasana yang sebelumnya terlihat tegang berubah menjadi haru. Seluruh adegan rekonstruksi diperankan sendiri tersangka Junaidi. Sedangkan peran M Daud dan korban Masdiana diperankan dua orang anggota polisi yang dipimpin oleh Kapolres Polres Nagan Raya AKBP Mirwazi dan dihadiri Kasat Reskrim AKP Iswar serta Kasi Pidum Oki Winarta, Kasi Pidsus Mukhsin dari Kejari Nagan Raya.

Kapolres Nagan Raya AKBP Mirwazi SH MH didampingi sejumlah jaksa dari Kejari Suka Makmue, kepada wartawan mengatakan rekonstruksi digelar untuk memudahkan pihak penyidik dan kejaksaan untuk menyatukan persepsi. Mirwazi mengakui motif pembunuhan belum diketahui secara pasti. ”Yang jelas tindakan pelaku menghilangkan nyawa istrinya sendiri,” kata Kapolres.

Kedua pelaku dijerat Pasal 340 jucnto 338 KUHPidana, dengan ancaman kurungan 20 tahun penjara atau terancam hukuman mati. Mirwazi juga menambahkan, rekontruksi yang semula dijadwalkan dilakukan di tempat kejadian perkara terpaksa digelar di Mapolres Nagan Raya untuk menghindari gejolak masyarakat yang menyaksikan.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/07/21/pelaku-rencanakan-bunuh-istrinya
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini