TRIBUNBARAT.COM, NEW DELHI -- Otoritas India mencabut paspor dai internasional Zakir Naik. Paspor Naik dicabut karena ia tak hadir memenuhi panggilan Badan Investigasi Nasional India (NIA) terkait kasus tudingan dana untuk terorisme. Ceramah Zakir juga dianggap memprovokasi aksi teroris.

Dengan pencabutan dokumen perjalanan itu, Zakir Naik tak lagi leluasa untuk berpergian dari satu negara ke negara lainnya. Bahkan, bukan tidak mungkin dia akan terjebak di satu negara tertentu.

Laporan terakhir menyebut ia sedang berada di Arab Saudi. Pada pertengahan Juni lalu, Zakir Naik terlihat duduk satu baris dengan Habib Rizieq Shihab, pemimpin FPI yang kini juga dicari oleh polisi Indonesia. Keduanya bertemu di kediaman Syekh Khalid yang sedang berduka atas wafatnya sang ibunda.


Dalam laporan terpisah, Middle East Monitor melaporkan Zakir Naik telah diberikan status kewarganegaraan oleh Arab Saudi. Namun, belum ada laporan independen untuk memverifikasinya.

Seperti dilaporkan Times of India, Selasa (18/7), Otoritas Paspor Mumbai telah mencabut paspor Naik setelah tak hadir sampai batas waktu yang ditentukan pada 13 Juli. Kantor Urusan Paspor mengeluarkan surat peringatan ke Naik agar ia hadir secara personal menjelaskan alasan supaya paspornya tak dicabut terkait beragam tudingan NIA kepadanya.

Kementerian Urusan Luar Negeri telah memproses untuk mencabut paspor Zakir Naik pekan lalu mendapat permintaan dari NIA. "Kami telah menerima permintaan dari badan keamanan beberapa hari lalu. Kami telah mengambil tindakan untuk mencabut paspor tersebut. Ada proses untuk itu dan harus sesuai dengan hukum berlaku," ujar juru bicara MEA Gopal Baglay.

NIA telah mendaftarkan kasus Naik pada 18 November 2016. Zakir Naik membantah segala tudingan. Ia juga menentang segala bentuk aksi terorisme.  

SUMBER: http://internasional.republika.co.id/berita/internasional/global/17/07/19/otbla1377-paspornya-dicabut-zakir-naik-terjebak
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini