TRIBUNBARAT.COM, BLANGPIDIE - Debit air semua sungai di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terus menyusut sebagai dampak kemarau dalam dua bulan terakhir. Selain air sungai menyusut warga juga resah karena sumur galian dan pompa air di banyak gampong kering, termasuk pasokan air irigasi berkurang drastis yang membuat sawah kering.

“Debit air seluruh sungai besar dan kecil di Abdya menyusut, malah ada sungai kecil seperti tidak mengalir lagi, seperti dialami Krueng Suak di Kecamatan Setia,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya Amiruddin menjawab Serambi kemarin (24/7). Kekeringan ini menimbulkan dampak luar biasa, terutama areal tanaman padi ikut kering akibat berkurangnya pasokan air dari irigasi.

Pantauan BPBK Abdya kekurangan pasokan air sawah terjadi di sejumlah kawasan di sembilan kecamatan mulai Babahrot sampai Lembah Sabil. Padahal tanaman padi setempat sangat membutuhkan suplai air yang cukup sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi.

Laporan yang diterima Serambi dampak menyusutnya debit air Krueng Babahrot mengakibatkan suplai air tidak sampai lagi ke areal sawah Sot Durui dan Alue Mantri Desa Rukon Dame, Alue Dawah dan Lhok Gayo. “Padahal pasokan air sangat dibutuhkan karena tanaman padi sedang pembersihan rumput dan malah baru ditanam,” kata Keujruen Blang, Karimuddin kepada Serambi.

Kekeringan areal sawah juga terjadi di sejumlah desa di Kecamatan Kuala Batee, antara lain Desa Blang Makmur, Gampong Tengoh, Krueng Batee, Rumoh Panyang, dan Lhok Gajah akibat berkurangnya pasokan air irigasi terutama irigasi Krueng Panto dan irigasi Tuwi Kareung Krueng Batee. Kekeringan lahan sawah juga terjadi di Kecamatan Tangan-Tangan dan Setia.

“Areal sawah Desa Masjid, Kecamatan Tangan-Tangan selama ini tidak pernah kering, kali ini ternyata terjadi akibat pasokan air irigasi Tangan-Tangan sangat berkurang. Kalau desa lainnya lebih parah lagi,” kata Syahrizal, warga setempat.

Laporan lainnya menyebutkan kekeringan sungai Suak mengalibatkan sawah di sejumlah desa juga ikut kering antara lain Desa Lhang, Pisang dan Rambong Ujong Tanoh. Demikian juga sawah di Kecamatan Manggeng dan Lembah Sabil mengalami kondisi serupa karena pasokan air irigasi Krueng Baru berkurang dratis, termasuk irigasi Suka Damai. Sementara itu kekeringan di pompa air juga terjadi di Desa Kuta Bahagia, Cot Jirat dan Lhung Tarok, Kecamatan Blangpidie.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya Amiruddin juga menyebutkan sejauh ini belum ada laporan dari camat di Abdya tentang krisis air rumah tangga meskipun kekeringan sumur dan pompa air terjadi di banyak tempat kawasan Kabupaten Abdya.

“Anehnya, tidak seorang pun camat melaporkan kepada BPBK tentang krisis air terparah di daerahnya. Padahal, bila ada laporan camat dimana lokasi terparah, kita (BPBK) siap memasok air dengan mobil tangki ke lokasi,” tegas Amiruddin.

Laporan diperoleh Serambi, sejumlah warga Desa Alue Peunawa, Kecamatan Babahrot mengambil kebutuhan air rumah tangga ke Desa Juempa, Kecamatan Kuala Batee. Air yang tersedia dari sumber pegunungan desa setempat diisi ke dalam jerigen kemudian diangkut dengan mobil terbuka ke Alue Peunawa.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/07/25/krisis-air-resahkan-warga
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini