TRIBUNBARAT.COM, IDI - PT JGC Encona Corporation (JEC) memulangkan 25 calon tenaga kerja asal Jawa Tengah setelah sempat disandera oleh massa dari Kecamatan Indra Makmu dan Julok di jalan perusahaan PT Medco di Gampong Ladang Baro, Julok, Kamis (20/7) pukul 18.45 WIB. “Karena permintaan masyarakat disuruh kembali, maka ke-25 warga asal Jawa Tengah tersebut akan kita kembalikan hari ini juga (Jumat),” ungkap Public Affair PT JGC Encona Corporation (JEC) Rahmatul Fitriadi kepada Serambi, Jumat (21/7).

PT JEC Indonesia adalah kontraktor utama PT Medco yang membangun fasilitas dasar pemerosesan gas di Central Processing Plan (CPP) Blok A di Gampong Blang Nisam, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur. Fasilitas pemurnian gas ini adalah fasilitas pengolahan gas alam mentah menjadi gas siap pakai.

Sebelumnya pada Kamis (20/7) pukul 18.45 WIB, gabungan massa dari Kecamatan Indra Makmu dan Julok menghentikan tiga unit mobil Kijang Innova yang mengangkut ke-25 calon pekerja Blok A asal Jawa Tengah di jalan perusahaan PT Medco di Gampong Ladang Baro, Julok.

Aksi penghentian dan penahanan terhadap ke-25 calon tenaga kerja asal Jawa Tengah ini karena warga tidak mengizinkan PT JEC memasukan tenaga kerja luar Aceh untuk pekerjaan non-skill di Blok A.

Menurut warga, PT JEC telah mengabaikan komitmen antara warga dengan perusahaan bahwa untuk pekerjaan non-skill harus mengutamakan warga lokal. Menurut warga, meskipun sudah ada komitmen, PT JEC masih juga memasukan tenaga kerja dari luar Aceh secara diam-diam ke CPP Blok A, sehingga hal ini memicu kemarahan. Warga menuntut tenaga kerja asal Jawa Tengah itu untuk dipulangkan dan meminta PT JEC untuk memakai tenaga kerja lokal untuk pekerjaan non-skill di Blok A.

Setelah melalui mediasi yang cukup alot antara Muspida Aceh Timur diwakili Kapolres dengan Muspika, perangkat gampong dan warga Kamis (20/7) malam di Polsek Julok, akhirnya Jumat (21/7) dinihari menjelang Subuh, Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto berhasil membawa 25 tenaga kerja yang ditahan warga di Gampong Ladang Baro ke Polsek Julok.

Dalam mediasi tersebut, Kapolres memberikan pamahaman hukum dan mengimbau warga agar tidak menyandera pekerja dari luar Aceh. Selain itu, di hadapan warga, Kapolres juga berjanji akan memfasilitasi tuntutan warga untuk dibahas bersama Forkopimda dengan PT Medco dan Subkontraktornya.

Sebelum menuju lokasi penyanderaan pekerja asal Jawa Tengah, Kapolres juga menjamin pekerja asal Jawa Tengah tersebut dipulangkan ke daerahnya. Tepat pukul 02.30 WIB, Kapolres bersama para pihak terkait tiba di lokasi penyanderaan. Kemudian hasil kesepatakan di Polsek Julok kembali disampaikan di hadapan warga di lokasi penyanderaan.

Setelah disampaikan dan disetujui akhirnya warga sepakat ke-25 calon pekerja asal Jawa Tengah dievakuasi ke Polsek Julok. Para pekerja asal Jawa Tengah itu dievakuasi ke Polsek Julok menggunakan mobil Reo Polres Aceh Timur dan tiba di Polsek pukul 03.30 WIB, sedangkan warga langsung membubarkan diri.

sumber: http://aceh.tribunnews.com/2017/07/22/jec-pulangkan-25-pekerja-luar
Bagikan:

Bagaimana Munurut Anda? Komentar Disini