TRIBUNBARAT.COM, BANDA ACEH - Gubernur Aceh, drh Irwandi Yusuf MSc, mengawali hari pertama dinasnya setelah dilantik, Rabu (5/7), dengan memimpin apel pagi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/7). Apel itu diikuti seluruh kepala dinas, badan, dan biro dalam lingkungan Pemerintah Aceh serta para pegawai Sekretariat Daerah (Setda) Aceh.

Amatan Serambi, Irwandi tiba di tempat kerjanya sekira pukul 08.00 WIB. Ia datang dengan mengendarai sendiri mobil pribadi dari kediamannya di kawasan Lampriek, Banda Aceh. Bukan berarti mobil dinasnya sedang bermasalah, tapi Irwandi memang lebih suka menggunakan fasilitas sendiri dibandingkan fasilitas negara.

Sikap Irwandi yang ingin “mandiri” ini membuat petugas patroli dan pengawalan (patwal) dan pengamanan pertutup (pamtup) rada kewalahan. Biasanya, kendaraan pejabat dikawal oleh voorijder, namun tidak bagi Irwandi. Malah mobil patwal berjalan beriring-iringan di belakang mobil yang dikendarai Irwandi.

Menurut informasi dari pegawai kantor gubernur, petugas pengawalan sempat dibuat panik oleh Irwandi. Sebenarnya, mobil dinas dan mobil patwal sudah disiapkan di depan rumah Irwandi, Jalan Salam. Namun, ketika hendak berangkat tiba-tiba Irwandi mengeluarkan sedan pribadinya dari pintu belakang dan meluncur ke kantor gubernur tanpa pengawalan.

Sontak saja petugas patwal panik sebab orang yang seharusnya dikawal sudah berangkat lebih dulu tanpa pengawalan. Begitu mengetahui Irwandi sudah pergi, mereka pun langsung mengejar secara berkonvoi hingga ke kantor gubernur. Alhasil, Irwandi tiba di kantor gubernur tanpa voorijder.

Setelah memarkirkan kendaraannya di pelataran kantor gubernur, Irwandi disambut Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Drs Dermawan MM bersama pejabat lain. Sesaat kemudian tiba wakilnya, Ir Nova Iriansyah MT. Mereka berbincang singkat sebelum apel pagi perdana pemerintahan baru dimulai.

Pada hari pertama kerja, Irwandi menggenakan baju kemeja putih, celana abu-abu, dan sepatu kets. Penampilannya terlihat lebih santai dan kasual ketimbang wakilnya, Nova Iriansyah. Meskipun sama-sama mengenakan kemeja putih, namun Nova lebih memilih memakai sepatu kulit, sehingga tampak resmi seperti pejabat lainnya.

Bagi Irwandi, ini kali kedua bertugas di kantor yang beralamat di Jalan Teuku Nyak Arief, Banda Aceh, itu setelah menjadi Gubernur Aceh periode 2007-2012 bersama wakilnya, Muhammad Nazar SAg. Sedangkan periode 2012-2017 Pemerintah Aceh dinakhodai oleh dr Zaini Abdullah-Muzakir Manaf.

“Sungguh sebuah kebahagiaan bagi saya, karena hari ini saya kembali berkumpul bersama seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Aceh dalam apel khusus menyambut dimulainya masa kerja kami sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh masa bakti 2017-2022,” kata Irwandi dalam sambutan pada apel pagi kemarin.

Menurutnya, selama lima tahun terakhir telah banyak terjadi perubahan di Pemerintah Aceh, baik perubahan kebijakan, regulasi, formasi, program, dan lainnya. “Apa pun perubahan yang terjadi, yang namanya etos kerja, kualitas pelayanan, kinerja lembaga, dan kekompakan tim harus diperkuat,” imbuhnya.

Irwandi yang diwawancara ulang seusai apel pagi juga menyampaikan bahwa dalam program 100 hari masa kerja pemerintahannya tidak banyak yang dilakukan. Ia hanya fokus pada beberapa hal. Di antaranya membenahi pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan yang selama ini terkesan ruwet, karena itu kebutuhan pokok masyarakat.

Selain itu, sambungnya, ia juga akan membenahi persoalan listrik di Aceh dan persiapan reformasi birokrasi di jajaran Pemerintah Aceh. “Tapi khusus untuk tahun 2017 ini program perioritas hanya reformasi pemerintahan. Kita tidak bisa banyak lagi bermanuver karena sudah di pengujung tahun,” kata Irwandi Yusuf.

Ia mengatakan saat ini dirinya sedang melakukan evaluasi terhadap para pejabat Aceh dan dalam dua bulan ke depan akan dibuka pendaftaran lelang jabatan untuk eselon II dan III. “Siapa yang merasa mampu diharapkan mendaftar nanti untuk ikut fit and proper test,” katanya.

Ia menilai, saat ini para pejabat Aceh masih dianggap baik, jujur, dan kreatif. Tetapi, Irwandi mengingatkan, apabila etos kerja yang ada saat ini tidak bisa dipertahankan, maka pada saat dilakukan lelang jabatan ia tidak segan-segan menggantikan dengan yang lain.

Di sisi lain, gubernur yang gemar menerbangkan pesawat ini juga menyinggung masalah korupsi di Aceh yang sudah kronis. Ia meminta pemerintahannya agar terbebas dari fee proyek yang bermuara pada korupsi. “SKPA-SKPA yang menguasai proyek, ULP-ULP, sudah bisa berhenti dari sikap yang tidak beres ini. Pemerintah Aceh harus bebas dari mengambil fee,” demikian Irwandi Yusuf.

SUMBER: http://aceh.tribunnews.com/2017/07/07/mulai-berkantor-irwandi-tetap-menyetir-sendiri
Bagikan:

2 comments so far,Add yours

  1. Disini aku mau Sharing aja ya
    Banyak temen aku yang tercukupi kebutuhannya tanpa kerja
    Caranya bagaimana?? hanya mengeluarkan 10 ribu
    untuk bermain di www. pokerayam .com hanya hitungan menit saja
    ratusan hingga jutaan pun didapat dikarenakan pokerayam
    selalu memberikan promo dan keberuntungan kepada member setianya
    banyak promo dan hadiah menarik yang akan update disetiap saat
    yuk silahkan bergabung pada pokerayam jangan lewatkan
    MODAL 10 ribu MENJADI 1 JUTA
    info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8E5205A

    ReplyDelete
  2. Keberuntungan diawali dari kerja keras dan pantang semangat
    Minimal depo 10 ribu akan menjadi bongkahan HARTA !!
    Hadir disini untuk kalian yang membutuhkan kami
    Kunjungi www,pokerayam,co
    info keberuntungan lebih lanjut bbm : D8E5205A

    ReplyDelete